Kesumba Keling, Tanaman Hias Pewarna Alami


Pertanianku — Warna merupakan salah satu faktor yang sangat penting. Umumnya, berbagai produk di pasaran menggunakan pewarna sintetis dari bahan kimia. Padahal, dalam pembuatan pewarna sintetis bisa memanfaatkan tumbuhan, salah satunya kesumba keling.

kesumba keling
Foto: Google Image

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kesumba artinya segala tumbuhan yang menghasilkan cat merah. Tanaman kesumba keling merupakan tanaman yang berasal dari Brazil. Di Indonesia sendiri tanaman ini terdapat di Jawa, Madura, Sulawesi Selatan, dan Ambon.

Kesumba termasuk tanaman liar, tetapi saat ini sudah banyak yang menjadikannya sebagai tanaman hias di pekarangan, pagar/pembatas kebun, ataupun ditanam di pinggir jalan.

Tanaman kesumba keling dalam bahasa Latin disebut Bixa orellana. Nama ini diberikan untuk menghargai seorang penjelajah Sungai Amazon asal Spanyol yang bernama Francisco de Orellana. Tanaman ini merupakan tanaman perdu yang tigginya 2—9 meter. Kesumba keling suka tumbuh di daerah yang mendapat banyak sinar matahari dengan curah hujan yang tinggi.

Tanaman kesumba keling berdaun kecil dan berbunga warna merah muda atau putih. Yang paling menarik perhatian dari tanaman ini adalah buah yang berwarna merah dan berbulu, mirip dengan buah rambutan. Berbeda dengan rambutan yang berbentuk bulat, buah kesumba keling berbentuk segitiga.

Di dalam buah kesumba keling terdapat banyak biji kecil berwarna merah tua. Kulit biji ini bila direndam dalam air akan menghasilkan cairan berwarna merah yang bisa digunakan untuk mewarnai bahan anyaman, cat kuku, dan lipstik. Karena itu, di daerah asalnya, ada yang menyebut tanaman ini lipstick tree atau tanaman lipstik.

Ada pula yang menyebutnya achiote yang berarti tanaman semak. Selain itu, ada juga yang menyebutnya urucu atau urucum yang artinya berwarna merah.

Baca Juga:  Tikus Ikut Andil pada Kerusakan Terumbu Karang, Kok Bisa?

Tanaman ini memiliki banyak kegunaan. Selain bijinya yang bisa dimanfaatkan sebagai bahan perwarna, kulit kayunya justru bisa digunakan sebagai tali. Sementara, daun dan batangnya digunakan sebagai obat demam, diare, kurang nafsu makan, masuk angin, dan perut kembung. Ada juga bagian pohon ini yang dapat dimanfaatkan untuk bumbu masakan.