Keungggulan Kambing Boerka Galaksi Agrinak

Pertanianku — Saat melakukan kunjungan Loka Penelitian Kambing Potong (Lolit Kapo) di Sei Putih, Sumatera Utara, Plt. Kepala Balitbangtan, Fadjry Djufry, mengatakan, kambing Boerka Galaksi Agrinak (BGA) dapat menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan protein hewani.

kambing boerka galaksi agrinak
foto: https://www.litbang.pertanian.go.id/

“Diharapkan ini menjadi salah satu solusi untuk dapat meningkatkan produksi ternak sehingga dapat memenuhi kebutuhan, baik dalam negeri maupun ekspor keluar negeri,” ujar Fadjry seperti dilansir dari laman litbang.pertanian.go.id.

Kepala Lolit Kapo, Dr. Fera Mahamilia, menjelaskan, kambing Boerka Galaksi Agrinak merupakan jenis kambing pedaging yang resmi dirilis pada 2020. Boerka Galaksi Agrinak merupakan rumpun unggul dengan tingkat pertumbuhan yang tinggi.

“Sehingga bobot potong optimum bisa dicapai pada umur muda,” kata Fera.

Kambing Boerka Galaksi Agrinak merupakan hasil persilangan antara pejantan unggul kambing Boer asli Afrika Selatan dan kambing kacang yang merupakan kambing lokal. Kambing hasil kawin silang ini bisa beradaptasi di berbagai agroekosistem dengan bobot badan yang lebih tinggi dibanding kambing lokal. Pembentukan rumpun BGA sudah dimulai sejak 1998.

Boerka Galaksi Agrinak memiliki warna tubuh yang dominan seragam, yaitu campuran antara putih dan cokelat di bagian daerah leher dan kepala. Berdasarkan hasil penelitian, rataan bobot lahir hingga umur satu tahun relatif seragam dan meningkat.

Bobot lahir kambing BGA sekitar 2,6–2,8 kg dan bobot sapih kambing BGA berkisar 10–12 kg. Sementara itu, bobot kambing kacang hanya sekitar 6–8 kg. Bobot ini didapatkan dari cara pemeliharaan yang sama dan sudah terbukti pertumbuhan kambing BGA lebih tinggi dibanding kambing kacang.

Sumber pembibitan kambing Boerka berada di 15 provinsi, di antaranya Nanggroe Aceh Darussalam, Riau, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jawa Timur, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tenggara, Jawa Barat, Bali, Maluku Utara, Bangka Belitung. Rencananya, pembibitan juga akan dikembangkan di Sulawesi Selatan.

Baca Juga:  Kementan Minta Pemda Proteksi Harga TBS Pekebun