Keunggulan Ayam KUB Janaka

Pertanianku Ayam KUB Janaka merupakan hasil inovasi yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Badan Penelitian Ternak. Janaka merupakan nama dari ayam KUB-2, yakni galur KUB yang memiliki performa lebih baik dari KUB-1. Ayam kampung ini memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh jenis ayam kampung umumnya sehingga digadang-gadang mampu mendatangkan keuntungan yang lebih optimal untuk peternak.

ayam KUB janaka
foto: pertanianku

Melansir dari laman litbang.pertanian.go.id, Ayam KUB Janaka sudah resmi dilepas melalui SK Menteri Pertanian Nomor 768/KPTS/PK.020/M/12/2021 pada 16 Desember 2021. Nama Janaka sendiri merupakan pemberian dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto.

Salah satu keunggulan yang dikenal dari ayam KUB adalah tingkat produktivitas yang tinggi dalam menghasilkan telur. Ayam KUB ini dapat menghasilkan telur sebanyak 160–180 butir per tahun dengan henday sekitar 50 persen. Selain itu, ayam kampung unggulan biasanya sudah bisa bertelur sejak berumur 22 hingga 24 minggu. Ayam kampung ini memiliki sifat mengeram sekitar 10 persen.

Rata-rata ayam KUB jantan yang berumur 10 minggu memiliki bobot sekitar 0,9 kg, sedangkan betinanya berbobot 0,7 kg. Ayam kampung ini dapat menjadi ayam potong saat berumur 70 hari.

Adapun kelebihan ayam KUB Janaka adalah produksi telurnya yang mencapai 200 butir/ekor/tahun dengan produksi telur henday 60 persen. Jumlah produksi telur ayam KUB-2 ini memang tergolong lebih tinggi daripada ayam KUB sebelumnya. Selain itu, Janaka sudah bisa bertelur pada umur 20–21 minggu.

Keunggulan lain dari KUB Janaka ialah sifat mengeram yang lebih kecil, hanya sebesar 5 persen. Janaka memiliki dua varian, yaitu pop seleksi kaki kuning dan pop tanpa seleksi kaki kuning. Janaka sudah bisa dipanen sebagai ayam pedaging pada umur 60 hari,

Baca Juga:  Kotoran Sapi Sumber Pendapatan Tambahan Bagi Peternak

Ayam KUB-2 Janaka telah mengalami perbaikan performa dari ayam KUB-1 melalui seleksi genetik yang dilakukan oleh peneliti dari Kemeterian Pertanian, Dr. Tike Sartika dan kawan-kawan. Performa yang ditingkatkan di antaranya produksi telur, sifat mengeram, dan warna shank (kaki).