Keunggulan Budidaya Cacing Sutera Menggunakan Nampan Bertingkat

Pertanianku Budidaya cacing sutera yang menggunakan wadah nampan akan dilakukan dengan cara susun bertingkat. Budidaya nampan bertingkat ditemukan oleh Agus Tiyoso yang merupakan pembudidaya cacing sutera asal Temanggung, Jawa Tengah.

budidaya cacing sutera
foto: pertanianku

PAda 2013, Agus menemukan sistem budidaya dengan wadah nampan dengan sistem semi closed resirculating system atau SCRS. Prinsip kerja dari sistem ini adalah mengolah dan menggunakan kembali air yang sudah terpakai. Pengisian air baru dilakukan hanya untuk mengganti air yang berkurang karena kebocoran sistem, evaporasi, ataupun kondisi air budidaya yang sudah bau.

Selain wadah nampan, pembudidaya dapat menggunakan wadah plastik lainnya seperti jerigen bekas minyak ataupun oli yang dibelah menjadi dua ataupun menggunakan balok kayu yang dilapisi plastik.

Keunggulan dari sistem yang diciptakan oleh Agus adalah hemat air. Air yang digunakan akan dipompa ke seluruh tingkat nampan dari bawah hingga atas. Selanjutnya, air akan turun ke tingkat bawah lagi, dan sirkulasi air akan terus berjalan seperti itu. Air hanya perlu diganti saat sudah bau sehingga tidak sehat untuk kehidupan cacing sutera yang ada di dalamnya.

Selain hemat air, sistem ini juga lebih hemat probiotik dan obat-obatan. Probiotik dan obat-obatan akan terbawa oleh siklus air ke seluruh tingkatan nampan sehingga tidak ada probiotik dan obat-obatan yang mengendap pada dasar kolam dan sia-sia tidak terpakai.

Penggunaan sistem ini juga lebih hemat lahan. Anda dapat melakukan budidaya cacing sutera dalam jumlah banyak dalam lahan yang terbatas. Sebab, sistem bertingkat yang digunakan tidak memerlukan lahan yang lebar, bahkan dapat dilakukan di pekarangan yang sempit.

Pada saat panen dapat dilakukan lebih aman. Hal ini dikarenakan saat ingin memanen pada salah satu tingkatan nampan, Anda tidak akan mengganggu kehidupan cacing sutera di tingkatan nampan lainnya. Cara ini akan lebih memudahkan Anda dalam melakukan panen.

Baca Juga:  Manfaat Probiotik untuk Ikan

Kelemahan pada sistem ini mampu menularkan penyakit lebih cepat dari satu wadah ke wadah lain. Hal ini dikarenakan penyakit yang terbawa oleh aliran air yang sama melewati seluruh tingkatan nampan. Selain itu, sistem ini sangat tergantung oleh fasilitas pompa yang membutuhkan aliran daya listrik.

Anda juga harus melakukan kontrol air secara rutin. Debit air yang berada pada setiap nampan harus sama dan tidak boleh berbeda. Kontrol juga harus dilakukan pada lubang pipa aliran air agar tidak ada hambatan bahan organik atau koloni cacing sutera yang masuk ke dalam pipa.


loading...