Keunggulan Jambu Air Black Diamond Mirip Mutiara

PertaniankuJambu air black diamond (Syzygium aqueum) merupakan varietas jambu air unggulan yang diintroduksi dari Taiwan. Sesuai dengan namanya, jambu air ini memiliki bentuk unik mirip seperti diamond atau mutiara. Konon, jambu air ini berasal dari Indonesia yang kemudian dikembangkan di Taiwan sebagai varietas paling diandalkan. Berikut ini beberapa keunggulan jambu air black diamond yang perlu Anda ketahui.

jambu air black diamond
foto: Pixabay

Mudah dibudidayakan

Jambu air black diamond dapat tumbuh setinggi 12 meter dan menghasilkan buah berwarna merah kehitaman. Jenis jambu air ini termasuk mudah dibudidayakan, karakteristiknya hampir sama dengan jenis jambu air umumnya. Meskipun mudah, Anda tetap harus menjaganya dengan benar agar kualitas buah yang dihasilkan tetap baik.

Jenis jambu air ini dapat ditanam di dataran rendah hingga dataran tinggi. Black diamond tumbuh dengan baik di daerah dengan curah hujan rendah atau kering, yakni sekitar 500—3.000 mm/tahun. Tanaman ini juga membutuhkan 4 bulan kering pada masa pertumbuhannya.

Jenis tanah yang cocok untuk jambu air ini adalah tanah yang mengandung banyak bahan organik dengan standar keasaman tanah (pH) berkisar 5,5—7,5.

Buah yang berbentuk mirip diamond

Buah jambu black diamond berwarna merah kehitaman. Daging buah berwarna putih, terasa manis, renyah, dan lebih sering tidak berbiji. Bobot buahnya dapat mencapai 300 gram per buah.

Dapat dijadkan tabulampot

Untuk Anda yang senang menanam buah di dalam pot, black diamond merupakan salah satu jenis jambu air yang dapat dijadikan tabulampot. Pot yang digunakan sebaiknya berukuran minimal 60 cm. Setelah itu, isi pot dengan media tanam berupa tanah kompos, tanah, dan humus.

Agar tanaman dapat tumbuh maksimal di pot, Anda perlu memberikan perawatan yang tepat, seperti penyiraman, pemupukan, penyiangan, dan pemangkasan.

Baca Juga:  Pengendalian Terpadu Penyakit Kerdil Tanaman Lada

Masa panen

Tanaman sudah bisa dipanen pertama kali setelah berumur 2—3 tahun sejak penanaman. Bunga tanaman muncul sebanyak dua kali, yaitu Juli dan September. Buah sudah bisa dipanen setelah 44—55 hari setelah bunga muncul.