Keunggulan King Kobia, Komoditas Ikan Laut yang Sedang Naik Daun

PertaniankuKing kobia atau Rachycentron canadum telah dikembangkan menjadi komoditas unggulan baru pada subsektor perikanan budidaya. Ikan ini dikembangkan sejak 2009, saat itu larva kobia dipelihara di hatchery secara indoor oleh Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung dan bekerja sama dengan para stakeholder.

king kobia
foto: news.kkp.go.id

King kobia yang dihasilkan dari rekayasa genetika sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai ikan budidaya karena ikan ini cukup mudah untuk diadaptasikan, dipijah, dan dibesarkan dalam kondisi lingkungan budidaya. Ikan laut ini memiliki performa pertumbuhan yang relatif cepat, yakni sekitar 4—6 kg per tahun. Dengan begitu, waktu pemeliharaan yang dibutuhkan lebih cepat, yakni hanya sekitar 9 bulan untuk mencapai berat 3 kg.

Ikan king kobia yang dibudidayakan dapat beradaptasi dan diberikan pakan berupa pelet atau pakan buatan.

Keunggulan lain king kobia terletak pada kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya. Ikan ini mengandung EPA, DHA, dan asam lemak omega-3 lainnya yang sangat berguna untuk tubuh. Kualitas dagingnya juga relatif sempurna dengan tekstur daging yang pas dan berwarna putih.

Budidaya king kobia terbilang potensial karena jangkauan pemasaran komoditas laut ini cukup luas. Ikan dapat dijual sebagai ikan segar, beku, ataupun filet. Selain itu, king kobia juga dapat dimanfaatkan untuk sport fishing.

Selain itu, preferensi konsumen terhadap ikan ini juga sangat baik. King kobia diterima oleh pasar ekspor seperti Hongkong, Taiwan, Jepang, Australia, dan Eropa. Dengan begitu, komoditas perikanan laut ini tidak hanya memanfaatkan pangsa pasar lokal.

Budidaya king kobia juga berdampak positif pada keseimbangan lingkungan. Mengingat kobia merupakan salah satu komoditas laut dengan permintaan yang cukup tinggi, budidaya kobia dapat berperan mengurangi dampak eksploitasi ikan tersebut di alam bebas.

Baca Juga:  Jenis Ikan Air Tawar yang Kurang Populer Tapi Berpotensial

Pasalnya, jumlah ikan kobia di alam terbilang terbatas, apabila terus-terusan ditangkap, populasi ikan kobia di alam bebas akan terancam punah. Eksploitasi kobia yang dibiarkan secara terus-menerus dapat menyebabkan dampak buruk bagi kesejahteraan masyarakat serta mengganggu keseimbangan ekosistem di perairan.