Keunggulan Mangga Lalijiwo yang Bikin Lupa Diri

Pertanianku Mangga lalijiwo termasuk jenis mangga komersil dengan nilai ekonomi yang bagus. Nama mangga ini diambil dari bahasa Jawa, yaitu lali yang berarti lupa. Nama tersebut diberikan karena katanya rasa buah ini bisa membuat orang yang mengonsumsinya lupa terhadap jiwa atau diri sendiri.

mangga lalijiwo
foto: pexel

Buah mangga memang merupakan salah satu buah favorit masyarakat Indonesia. Mangga mengandung zat gizi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, seperti vitamin A dan vitamin C. Mangga tak hanya dikonsumsi secara langsung, tetapi bisa diolah menjadi berbagai menu makanan seperti manisan, dodol, dan lain-lain.

Keunggulan lalijiwo terletak pada produksi buah per pohonnya yang tergolong banyak. Bobot mangga lalijiwo sekitar 200 gram per buah. Mangga ini berbentuk bulat panjang dengan panjang sekitar 7 cm. Bagian ujung buah bulat, berparuh sedikit, dan berlekuk sedikit.

Buah yang sudah masak berwarna hijau tua dan terdapat bintik-bintik kelenjar putih kehijauan. Sosok mangga ini memang hampir sama seperti mangga umumnya. Daging buah yang sudah masak berwarna kuning tua, tetapi kadar airnya hanya sedikit dan aromanya kurang kuat. Meskipun demikian, rasa lalijiwo tidak kalah dengan buah mangga populer. Bahkan, buah yang masih muda pun sudah terasa manis sehingga tidak seasam jenis-jenis mangga lain yang masih muda.

Keunggulan lain dari lalijiwo adalah mampu menghasilkan keturunan yang baik. Oleh karena itu, pembibit kerap menggunakannya sebagai batang bawah okulasi atau sambungan. Pengusaha bibit mangga okulasi atau sambungan rela untuk memborong seluruh bagian pohon lalijiwo. Hal tersebut bertujuan untuk mengambil peloknya lalu disemai dan tanaman yang tumbuh dijadikan sebagai sumber bahan bibit batang bawah.

Tanaman mangga lalijiwo bisa tumbuh hingga setinggi 8 m dengan diameter tajuk mencapai 9 m. Daun dan percabangan cukup banyak. Daun tanaman berwarna hijau tua, berbentuk lonjong, serta bagian ujung dan pangkal daun meruncing. Panjang daun sekitar 20 cm. Bunga tanaman berupa malai seperti kerucut dengan panjang sekitar 24 cm dan berwarna kekuningan.

Baca Juga:  Asia Organic Youth Forum 2021, Cetak Petani Organik Milenial di Asia