Keunggulan Usaha Budi Daya Puyuh

Pertanianku – Puyuh termasuk salah satu ternak yang memiliki prospek usaha yang cukup bagus karena beberapa keunggulan. Keunggulan usaha ternak puyuh, di antaranya sebagai berikut.

Keunggulan Usaha Budi Daya Puyuh

  1. Bisa dijalankan di lahan yang sempit

Usaha ternak puyuh tidak harus di lahan yang luas. Di lahan sempit pun bisa, asalkan dikelola dengan baik. Dengan lahan yang sempit, ternyata dapat memberikan tambahan pendapatan yang mengusahakannya. Sebagai gambaran bahwa memelihara 1.000 ekor puyuh dapat dilakukan di lahan yang luasnya hanya 15—20 m2.

Loading...
  1. Bisa sebagai usaha sampingan

Karena tidak harus di lahan yang luas, ternak puyuh dapat dijadikan usaha sampingan. Sebagai contoh, bagi pemula yang memiliki lahan kosong sekitar 10 m2 di samping atau di belakang rumah dapat membangun kandang untuk memelihara 300—500 ekor puyuh. Pemeliharaannya pun tidak harus merekrut orang lain sebagai tenaga kerja karena secara ekonomi tentu belum menguntungkan. Namun, sang pemula bisa dibantu oleh istri atau anak-anak. Hasilnya memang tidak sebesar jika dikelola sebagai usaha utama, tetapi minimal bisa dinikmati oleh keluarga.

  1. Mudah budi dayanya

Memelihara puyuh termasuk tidak sulit, asalkan mengikuti petunjuk beternak puyuh dengan baik dan benar. Khusus bagi pemula, dibutuhkan kesabaran, ketelatenan, dan ketekunan.

  1. Multiusaha

Telur memang menjadi produk utama dari usaha beternak puyuh. Namun, peternak dapat sekaligus memproduksi puyuh pedaging atau menjual bibit puyuh. Semua itu bisa diusahakan secara bersama. Selain produk tersebut, puyuh juga menghasilkan kotoran yang memiliki nilai jual. Kotoran puyuh dapat diolah menjadi pupuk organik yang banyak dibutuhkan oleh para pembudidaya tanaman, bahkan sebagai bahan pakan ikan.

  1. Modal tidak harus besar

Untuk menjalankan usaha ternak puyuh, tidak harus memiliki modal puluhan juta. Sebagai gambaran awal, untuk beternak 1.000 ekor puyuh, dibutuhkan modal awal sekitar Rp5—6 juta. Modal tersebut digunakan untuk pengadaan bibit, pembuatan kandang, pakan, obatobatan, dan perlengkapan lainnya. Jika dikelola dengan baik, tidak perlu waktu lama untuk mengembalikan modal tersebut, hanya sekitar 6—7 bulan.

Baca Juga:  Kriteria Ayam Kampung Pejantan Berkualitas

 

Sumber: Buku Puyuh

Loading...
Loading...