Keuntungan dan Kerugian Pemotongan Tanduk Sapi

Pertanianku — Pemotongan tanduk atau dehorning bisa dilakukan untuk seluruh jenjang umur sapi, tetapi waktu yang paling tepat dilakukan pada saat sapi berumur 10 minggu. Pemotongan tanduk sapi biasanya dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan kasrasi dan branding. Perlakuan pemotongan memiliki beberapa keuntungan dan kerugian. Berikut ini keuntungan dan kerugian pemotongan tanduk.

pemotongan tanduk sapi
foto: pertanianku

Keuntungan dari pemotongan tanduk sapi adalah bisa meminimalisir risiko sapi menyeruduk sehingga tidak melukai sapi yang lain. Sapi dalam kandang menjadi lebih tenang karena meminimalkan risiko terjadinya luka pada ternak-ternak lain akibat saling menyeruduk.

Karena risiko diseruduk oleh tanduk minim, maka risiko kerusakan pada kulit dan memar otot pada ternak lain menjadi lebih kecil. Hal tersebut menyebabkan daya tampung kandang dan armada akan lebih banyak, terutama pada saat pengangkutan.

Loading...

Sapi yang sudah dipotong tanduknya cenderung lebih jinak sehingga memudahkan peternak untuk menangani sapi. Oleh karena itu, sapi yang sudah dipotong tanduknya lebih disukai sebagai bibit.

Namun, pemotongan tanduk sapi juga memiliki beberapa kerugian, seperti menurunkan pertambahan berat badan karena sapi merasa stres akibat pemotongan. Saat proses pemotongan, Anda memerlukan biaya, peralatan dan keterampilan khusus untuk melakukan dehorning.

Jika pelaksanaan pemotongan dilakukan sembarangan dan tidak higienis, pemotongan bisa berpotensi menyebabkan infeksi yang akan mengundang penyakit bagi sapi. Selain itu, pemotongan tanduk pada sapi yang sering digunakan untuk pameran malah akan menurunkan estetika dan performa.

Pemotongan tanduk bisa dilakukan melalui dua cara, yaitu dishorning (pencegahan tumbuhnya tanduk) dan pemotongan tanduk saat sudah tumbuh. Pencegahan bisa dilakukan dengan zat kimia, cauterizer, dan perkawinan. Pencegahan yang sebaiknya dilakukan melalui perkawinan karena mampu menekan risiko stres, tidak memerlukan peralatan tambahan, tidak memerlukan keterampilan khusus, serta tidak memicu kematian dan penularan penyakit.

Baca Juga:  Cara Membuat Pakan Fermentasi dengan Roter

Sementara, pemotongan bisa dilakukan dengan peralatan yang steril untuk mencegah terjadinya infeksi. Anda bisa menggunakan gunting tanduk, tube dehorner, kawat pemotong , dan elestrator. Jika ternak dewasa yang akan dipotong, gunakan gergaji besi/mesin dan tang pemotong tanduk (cup dehorner).

Loading...
Loading...