Keuntungan Manis dari Kotoran Burung Puyuh

Pertanianku — Ada banyak keuntungan dari beternak burung puyuh, mulai dari telur puyuh, daging burung puyuh, hingga kotoran burung puyuh. Saat ini kotoran hewan ternak tersebut banyak diburu oleh orang, bahkan sudah banyak penjual yang menjajakan kotoran burung puyuh melalui e-commerce dengan harga yang cukup terjangkau, sekitar Rp8.000-an. Banyak produsen yang menjual kotoran puyuh dalam bentuk kering.

kotoran burung puyuh
foto: pixabay

Kotoran burung puyuh yang banyak dijual merupakan sisa makanan yang sudah diolah di dalam perut puyuh, kemudian sudah tercampur oleh bakteri setelah keluar dari anus puyuh. Kotoran yang dihasilkan tersebut sering digunakan oleh petani sebagai pupuk untuk tanaman.

Tanaman yang cocok menggunakan pupuk dari kotoran ternak ini adalah tanaman cabai, terung, sawi, bayam, dan kangkung. Beberapa petani mengaku telah menggunakan kotoran burung puyuh untuk membuat tanaman menjadi lebih subur dan buah yang dihasilkan lebih besar. Batang tanaman menjadi lebih hijau dan tidak berbau.

Kotoran puyuh lebih sering dijual dalam bentuk kotoran yang belum diolah menjadi pupuk. Oleh karena itu, Anda perlu mengolah kotoran tersebut agar bisa digunakan sebagai pupuk organik.

Kotoran burung puyuh mengandung protein dengan kandungan yang cukup tinggi. Selain itu, di dalam kotoran juga terdapat unsur N (nitrogen), P (fosfor), K (kalium), dan masih banyak lagi. Kandungan nitrogen dan kalium berasal dari kotoran cair, sedangkan kandungan fosfor berasal dari kotoran padat. Anda juga bisa menggunakan sisa pakan yang tidak dikonsumsi sebagai tambahan untuk memperkaya nutrisi tanaman.

Lokasi pengolahan kotoran harus diperhatikan karena berkontribusi langsung pada keberhasilan pembuatan pupuk. Lokasi yang digunakan sebaiknya jauh dari kandang burung puyuh dan pemukiman warga agar bau dari kotoran tidak mengganggu masyarakat dan menimbulkan penyakit pada burung puyuh.

Baca Juga:  Permasalahan Peternakan Ayam yang Kerap Muncul Saat Musim Pancaroba

Tempat pengolahan harus luas dan memiliki sirkulasi udara yang lancar. Selain itu, tempat pengolahan tersebut harus terkena sinar matahari secara langsung. Tempat pembuatan harus dibuat lebih tinggi dari lingkungan sekitar untuk mencegah genangan air membasahi bahan organik.

Lantai tempat pengolahan kotoran harus beralaskan tanah agar air dari kotoran dapat langsung meresap ke dalam tanah. Sementara itu, atap tempat pembuatan pupuk sebaiknya menggunakan fiber atau plastik rol bening agar sinar matahari dapat masuk ke tempat pembuatan.

Sebelum diolah menjadi pupuk, kotoran burung puyuh harus dipilah berdasarkan kondisinya, yakni kotoran yang masih basah, setengah kering, dan kotoran yang sudah kering.