Keuntungan Manis dari Telur Jangkrik

Pertanianku — Sebagian jangkrik yang diternakkan harus disisakan untuk kelanjutan budidaya, yaitu dijadikan indukan yang memproduksi telur. Telur jangkrik sendiri tak hanya dapat membuat usaha berkelanjutan, tetapi juga bernilai ekonomi karena bisa dijual kepada peternak lain atau calon peternak yang baru memulai usaha.

telur jangkrik
foto: Pertanianku

Indukan yang disiapkan untuk memproduksi telur harus melalui seleksi yang ketat. Induk jangkrik harus sehat yang ditandai dengan memiliki kaki dan sungut yang lengkap, utuh, dan tidak cacat. Perbandingan antara jangkrik jantan dan betina di dalam kandang produksi adalah 1:5.

Untuk memproduksi telur jangkrik dengan daya tetas yang tinggi, jangkrik perlu didukung dengan pakan bergizi. Umumnya, ramuan pakan jangkrik terbuat dari bekatul, jagung, ketan hitam, kuning telur bebek, kalsium, tepung ikan, dan vitamin.

Tak hanya pakan yang perlu diperhatikan, Anda juga harus mempersiapkan kandang peneluran atau kandang untuk produksi telur. Kandang tersebut sama seperti kandang untuk penetasan dan pembesaran pada budidaya jangkrik. Hanya saja kandang peneluran dilengkapi dengan egg tray yang digunakan sebagai tempat persembunyian jangkrik dan nampan setebal 6 cm yang berisi pasir steril.

Pasir steril tersebut merupakan pasir yang sudah disaring halus, kemudian dicuci dan direndam air panas atau air mendidih selama satu menit lalu dikeringkan. Pasir steril tersebut berfungsi sebagai tempat peneluran dan diletakkan di tumpukan egg tray paling atas.

Tidak semua indukan yang ditebar dapat bertelur secara serempak. Oleh karena itu, nampan berisi pasir yang sudah berisi telur perlu dikeluarkan pada hari kelima. Hal ini berguna untuk mencegah telur dimakan oleh induknya. Selanjutnya, masukkan nampan berisi pasir baru yang belum terisi telur. Pergantian ini dilakukan tiga kali sehingga proses peneluran berlangsung kurang lebih selama 15 hari.

Baca Juga:  Jenis-jenis Kandang Sapi Limousin

Telur dipisahkan dari pasir dengan proses penyaringan. Namun, umumnya, pasir dalam kondisi lembap sehingga proses penyaringan sering mengalami hambatan. Oleh karena itu, peternak jangkrik kerap melakukan perendaman ke dalam air untuk memisahkan telur dan pasir.

Setelah telur dipisahkan dari pasir, Anda perlu mengemas dengan teknologi pengemasan yang spesifik agar telur bisa dikirim ke daerah yang jauh. Hal ini tentunya bisa membuat pangsa pasar Anda menjadi lebih luas.