Keuntungan Penyemaian Benih Lada di Cocopeat

Pertanianku — Penyemaian benih lada merupakan langkah awal yang penting dan bisa menentukan keberhasilan proses-proses berikutnya. Penyemaian dilakukan sebelum bibit ditanam di lahan. Media tanam yang digunakan untuk menyemai benih ternyata mampu memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan benih. Oleh karena itu, Anda perlu memilih media tanam yang sesuai.

penyemaian benih lada
foto: Pertanianku

Media tanam yang sering digunakan untuk menyemai benih lada adalah cocopeat. Cocopeat sering digunakan petani untuk mengirim benih ke daerah yang cukup jauh. Namun, sebenarnya cocopeat juga bagus digunakan untuk menyemai benih karena menghasilkan keseragaman pertumbuhan pada benih. Anda hanya perlu menyemai benih selama satu bulan, selanjutnya bibit sudah siap dipindahkan ke lahan.

Semaian benih dapat dilakukan pada petakan berukuran 1 × 15 m dengan kedalaman 7—10 cm. Sebelum diisi dengan media cocopeat, gunakan belahan karung sebagai alas media. Setelah itu, baru isi wadah dengan cocopeat hingga penuh.

Media cocopeat yang sudah berada di dalam wadah perlu disiram fungisida atau mikro organisme. Pemberian tersebut dilakukan hingga media tidak mengeluarkan air jika diremas.

Di atas wadah semai diberikan naungan berupa kerangka sungkup dengan tinggi 60—70 cm. Sungkup berfungsi untuk melindungi benih lada yang disemai dari paparan sinar matahari dan terpaan air hujan secara langsung. Sungkup juga berfungsi untuk melindungi benih dari serangan hama dan penyakit. Sungkup yang digunakan berupa plastik putih. Sungkup dipasang selama 3—4 minggu hingga bibit mengeluarkan akar dan bakal tunas.

Setelah tempat semai sudah siap digunakan, siapkan benih tanaman berupa setek yang berasal dari pohon induk. Setek lada yang bagus harus memiliki satu buku dan beberapa daun tunggal.

Bibit setek dapat direndam terlebih dahulu dengan larutan fungisida sebanyak 2 gram per liter air selama 15—30 menit. Setelah itu, angkat dan tiriskan.

Baca Juga:  Fakta Menarik Buah Stroberi

Bagian bekas setek hingga dekat dengan akar lekat diolesi dengan ZPT yang berbentuk pasta untuk merangsang pertumbuhan bibit. Selanjutnya, tanam setek secara berdiri. Jarak tanam antarbibit setek yang digunakan sekitar 10—15 cm.

Setelah penanaman usai, langkah selanjutnya yang perlu Anda lakukan adalah penyiraman media hingga terlihat basah.

 


loading...