Khasiat Buah Ceri untuk Kesehatan

PertaniankuBuah ceri sangat mudah dijumpai tumbuh liar di lahan-lahan kosong. Buah ceri memiliki sebutan yang berbeda-beda di beberapa daerah, seperti di Madura disebut baleci dan di Jawa disebut talok. Nama ilmiah buah ceri sendiri ialah Muntingia calabura, buah ini juga sering disebut sebagai kersen.

buah ceri
foto: Pixabay

Buah ceri memiliki rasa yang cukup unik, sangat manis, dan berair. Tidak semua orang menyukai rasa manis dari buah ceri sehingga buah ini masih jarang dikomersialkan. Buah dan daun ceri mengandung tannin, flavonoids, dan saponin. Bagian tersebut berguna untuk mengatasi tekanan darah tinggi, asam urat, dan diabetes.

Untuk mengatasi tekanan darah tinggi, Anda bisa menggunakan daun ceri yang sudah dijemur hingga kering terlebih dahulu. Setelah itu, seduh daun ceri dengan air panas di dalam satu gelas kecil. Tunggu selama beberapa saat hingga warna airnya berubah seperti teh. Minum air daun ceri sebanyak dua kali sehari hingga tekanan darah kembali normal.

Untuk mengatasi diabetes dan kolesterol tinggi, Anda bisa merebus daun ceri sebanyak 50—100 gram dalam 1 liter air. Setelah airnya menyusut hingga separuh, matikan api dan diamkan agar suhu airnya menurun. Setelah itu, minum air rebusan daun ceri sebanyak dua kali sehari.

Untuk menyembuhkan asam urat, Anda bisa langsung memakan buah ceri sebanyak tiga kali sehari. Buah tersebut berguna mengurangi rasa nyeri akibat asam urat.

Rebusan akar dan daun ceri tidak boleh dikonsumsi oleh wanita, terutama wanita yang sedang hamil karena dapat menyebabkan aborsi.

Bagian kayu tanaman bisa dimanfaatkan sebagai kayu bakar karena kayu ceri cukup mudah mengering. Kulit kayu ceri cukup mudah dikupas dan dijadikan sebagai bahan tali atau kain pembalut.

Baca Juga:  Langkah Tepat Memelihara Tanaman Tomat dari Serangan Hama dan Penyakit

Pasti Anda pernah bertanya-tanya, kenapa pohon ceri sangat mudah tumbuh di lahan kosong, padahal di lahan tersebut sebelumnya tidak pernah ada pohon ceri. Buah ceri ini disukai oleh burung pemakan buah dan kelelawar. Burung dan kelelawar yang memakan buah ini tidak bisa mencerna biji ceri sehingga biji ceri keluar dari dalam tubuh kedua hewan tersebut dan jatuh ke tanah. Akhirnya, biji tersebut tumbuh menjadi pohon baru.

Pohon ceri sangat berguna sebagai pohon peneduh karena bentuk tajuknya yang rimbun. Pada awalnya pohon ceri kecil lebih mirip dengan semak-semak yang tumbuh di pinggir jalan, selokan, atau pada retakan tembok. Pohon ceri kecil yang dibiarkan tumbuh begitu saja dapat menjadi pohon naungan yang rimbun. Pohon buah ini sangat mudah dijumpai di tepi-tepi sungai tidak terurus atau di lokasi yang kering berkepanjangan