Khasiat di Balik Keindahan Bunga Soka

Pertanianku — Mungkin Anda sudah tidak asing dengan bunga soka, tanaman semak yang sering dijadikan tanaman pagar dan dapat tumbuh hingga mencapai 2 meter. Bagian yang paling mencolok dari tanaman ini adalah bunganya.

bunga soka
foto: Pixabay

Bunga soka merupakan bunga majemuk dengan tandan yang ramping dan berbentuk menyerupai payung. Kuntum bunga berwarna merah cerah, berkelamin dua, kelopak bentuk corong, benang sari empat, dan memiliki kepala sari yang melekat pada mahkota.

Tak sekadar indah, bunga soka ternyata menyimpan khasiat yang sangat berguna untuk kesehatan tubuh. Bagian daun dan bunga tanaman dapat dimanfaatkan menjadi obat herbal. Pada bagian bunga dan daun terkandung asam ferulic dan isomer. Tanaman tersebut dapat digunakan untuk mengatasi penyakit hipertensi, haid tidak teratur, tumor, luka terpukul, dan terkilir.

Untuk mengatasi bagian yang bengkak karena terkilir atau terpukul, Anda bisa menggunakan daun tanaman, lalu ditumbuk hingga halus. Olesi ramuan tersebut ke bagian tubuh yang sedang sakit.

Sementara itu, soka juga dapat dibuat menjadi minuman herbal yang menyehatkan. Cara pembuatannya cukup mudah. Anda hanya perlu merebus 10—15 gram bunga dengan air secukupnya hingga mendidih. Setelah itu, diamkan hingga hangat dan minum air rebusan.

Di Indonesia, bunga soka sering digunakan untuk upacara keagamaan. Hal ini diyakini karena nama lain bunga soka merupakan ixora, yakni dewa pujaan masyarakat India. Konon, bunga ini menjadi simbol hidup bersuka hati sehingga sering digunakan sebagai bunga sesaji bersamaan dengan jenis bunga-bunga yang lain.

Masyarakat India juga sering menggunakan tanaman ini sebagai obat tradisional untuk mengobati penyakit disentri. Sementara itu, bagian kulit batangnya sering dipakai untuk mengobati luka yang masih baru atau masih basah.

Baca Juga:  Asparagus densiflorus, Tanaman Hias Ekor Tupai yang Banyak Digemari

Sebenarnya, belum ada literatur yang membahas terkait kontraindikasi bunga soka sebagai obat herbal. Namun, Anda perlu mengonsumsi secara hati-hati dan jangan berlebihan. Sebaiknya, anak kecil dan ibu yang sedang hamil atau menyusui menghindari penggunaan tanaman sebagai obat herbal untuk menghindari efek samping yang tidak diinginkan.