Khasiat Kunyit Putih Sebagai Obat Herbal

Pertanianku Kunyit putih atau Curcuma manga Veleton juga sering disebut sebagai temu mangga. Bagian yang bisa dimanfaatkan sebagai obat herbal adalah rimpangnya. Di dalam rimpang kunyit putih terkandung kurkumin, minyak atsiri, flavonoid, sulfur, gum, resin, tepung, dan sedikit lemak.

kunyit putih
foto: Pixabay

Kandungan di dalam kunyit putih berkhasiat sebagai antikanker, antiradang, melancarkan aliran darah, tonik, peluruh haid, dan peluruh kentut.

Cara penggunaan kunyit putih terbilang cukup mudah. Kunyit hanya perlu direbus atau diseduh terlebih dahulu agar bisa diminum sebagai jamu tradisional.

Tanaman rimpang ini sudah banyak dibudidayakan di Jawa pada ketinggian 1.000 m dpl serta di tanah yang sangat subur. Rimpang kunyit putih sudah sering dijadikan sebagai bahan baku pembuatan jamu tradisional. Penyakit yang bisa disembuhkan dengan obat herbal ini adalah asma, hepatitis, TBC, sinusitis, dan menurunkan kadar kolesterol di dalam darah.

Di dalam rimpang kunyit putih terkandung ekstrak etanol yang memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi. Aktivitas tersebut disebabkan juga oleh senyawa fenolik yang terkandung di dalamnya. Oleh karena itu, rimpang kunyit ini bisa digunakan sebagai antioksidan di dalam tubuh.

Hasil penelitian menunjukkan tanaman ini mengandung protein toksis, yaitu Ribosome in Activating Protein (RIP). Protein tersebut mampu menonaktifkan ribosom sehingga sintesa protein di dalam sel terganggu.

Kandungan protein tersebut lebih mudah melakukan penetrasi di dalam sel kanker dibanding sel sehat. Akibatnya, sel kanker tidak dapat berkembang dengan baik sehingga pertumbuhannya menjadi terhambat. Sel kanker tersebut memiliki batas umur yang tidak terlalu panjang sehingga sel yang sudah rusak akan habis dengan sendirinya. Oleh karena itu, rimpang kunyit ini sering disebut sebagai antikanker.

Hingga saat ini masih belum ditemukan literatur yang membahas efek samping dari penggunaan rimpang kunyit putih sebagai obat herbal. Namun, Anda tetap tidak disarankan untuk menggunakannya dalam dosis yang tinggi.

Baca Juga:  Ramuan Herbal untuk Kencing Berdarah

Sebaiknya, wanita yang sedang hamil dan menyusui melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum mengonsumsi rimpang tersebut. Bagi anak-anak sebaiknya gunakan dosis yang rendah sebelum berkonsultasi ke dokter atau herbalis.