Khasiat Pulasari untuk Menyembuhkan Berbagai Penyakit

PertaniankuPulasari (Alyxia reinwardtii) sering disebut oleh masyarakat Sunda dengan nama aruy pulasari, sedangkan di Jawa disebut dengan pulosari. Pulasari merupakan perdu atau semak merambat yang dapat tumbuh hingga setinggi 5–10 m. Batang utama tanaman dapat mencapai ukuran sebesar lengan dan tumbuh menjalar di atas tanah. Biasanya, bagian yang dimanfaatkan sebagai obat herbal adalah kulit batang.

pulasari
foto: Freepik

Daun tanaman berkarang 3–4, berbentuk lonjong dengan pangkal dan ujung yang meruncing. Perbungaan malai, tangkai pendek, terdiri atas 3–6 bunga. Bunga tanaman berwarna putih berukuran kecil, panjang tabung mahkota mencapai 5–10 mm. Buah tanaman berwarna hitam, jorong pendek, 10–15 mm × 7–9 mm.

Pada bagian kulit batang mengandung alkaloid, tannin, saponin, flavonoid, polifenol, dan asam betulinat. Tanaman ini dapat menyembuhkan demam, radang lambung, sariawan, dan keputihan.

Untuk mengatasi demam, sariawan, dan keputihan, Anda perlu merebus kulit batang pulasari secukupnya dengan air mendidih. Setelah itu, air rebusan tersebut dapat diminum. Adapun untuk mengatasi kejang dan mengurangi asam garam dalam getah lambung, Anda dapat menyeduh kulit batang, adas, dan pisang klutuk yang sudah matang, kemudian air rebusannya diminum.

Berdasarkan hasil penelitian, tanaman pulasari dapat menghasilkan ekstrak yang mengandung etanol. Kandungan tersebut dapat bermanfaat sebagai antibakteri untuk melawan E. coli dan S. aureus.

Hingga saat ini belum ditemukan literatur yang membahas terkait kontraindikasi dan efek samping penggunaan kulit pulasari sebagai obat herbal. Namun, untuk mencegah hal yang tidak dinginkan, sebaiknya ibu hamil dan menyusui tidak meminum ramuan dari tanaman ini. Begitu pun dengan anak-anak, sebaiknya tidak mengonsumsi ramuan dalam dosis yang berlebihan sebelum berkonsultasi dengan herbalis atau dokter.

Baca Juga:  Buah yang Berfungsi Jadi Obat Kolesterol