Khasiat Tanaman Hias Daun Perak untuk Mengobati Bisul

PertaniankuDaun perak (Episcia reptans) kerap disebut juga sebagai daun beludru. Daun perak ini merupakan tanaman hias yang dapat tumbuh hingga setinggi 2—7 m. Tanaman hias ini cukup mudah didapatkan dengan harga yang murah. Selain mempercantik rumah, tanaman daun perak juga berguna untuk mengatasi bisul.

daun perak
foto: By Kurt Stüber [1] – caliban.mpiz-koeln.mpg.de/mavica/index.html part of www.biolib.de, CC BY-SA 3.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=8135
Bagian yang dapat dimanfaatkan sebagai obat herbal untuk bisul adalah daun tanaman. Di dalam daunnya terkandung saponin dan polifenol. Cara penggunaannya sangat mudah. Anda hanya tinggal menumbuk daun hingga halus, kemudian tempelkan tumbukan tersebut pada bagian yang sedang sakit. Balut dengan kain kasa yang bersih. Lakukan pengobatan secara rutin hingga bisul menghilang.

Esktrak etanol dari daun perak memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. Aureus karena mampu menghambat pertumbuhan pada konsentrasi 500 mg/ml dan mempunyai aktivitas bakteri terhadap bakteri E.coli pada konsentrasi 100 mg/ml.

Hingga saat ini belum ada literatur yang membahas terkait kontraindikasi ataupun efek samping penggunaan daun perak sebagai bahan pengobatan. Namun, Anda harus memastikan daun yang akan digunakan sudah dicuci bersih untuk meminimalisir kemungkinan infeksi akibat kotoran yang menempel di daun. Selain itu, jangan gunakan dalam dosis tinggi tanpa pengawasan dokter dan herbalis untuk mencegah efek samping yang tidak diinginkan.

Daun beludru ini memiliki daun tunggal, bersilang berhadapan, tepi daun beringgit, serta tulang daun menyirip dengan helaian daun berwarna hijau-merah dan keperakan. Itu sebabnya tanaman hias ini diberi nama daun perak.

Tanaman hias ini mengeluarkan bunga tunggal yang muncul di ketiak daun. Bunga tanaman memiliki lima kelopak berwarna ungu dengan mahkota bunga yang berbentuk tabung dan terbagi menjadi lima.

Buah tanaman berbentuk bulat telur, berwarna ungu, dan berbulu di bagian permukaannya. Sementara itu, biji tanaman berbentuk pipih dan berwarna kuning.

Baca Juga:  Lima Provinsi dan Kabupaten Mendapatkan Penghargaan Produktivitas Padi Tertinggi