Khasiat Tumbuhan Jali

Pertanianku — Jali dipopulerkan oleh seniman Betawi, Benyamin Sueb. Ternyata, jali-jali bukan sekadar lagu keroncong, jali-jali merupakan nama tumbuhan biji-bijian yang berbentuk oval, keras, dan berwarna putih. Ukuran, bentuk, dan warna buah tumbuhan jali terbilang cukup bervariasi.

tumbuhan jali
foto: CC BY-SA 3.0, https://id.wikipedia.org/w/index.php?curid=131265

Tumbuhan jali merupakan rumput tegak dengan cabang yang kuat dan bisa tumbuh hingga setinggi 3 m. Cabang tanaman terletak di bagian atas. Daun tanaman terbilang cukup besar dan berpelepah. Nama tumbuhan ini cukup berbeda-beda di setiap daerah, seperti di Jawa disebut jali-jali, sedangkan di Sumatera disebut singkaru batu.

Bagian tumbuhan yang bisa digunakan sebagai obat herbal adalah buah dan akarnya. Buah jali mengandung karbohidrat, lemak, kalsium, protein, ammonium, zat besi, dan vitamin B. Kandungan tersebut bisa mengatasi penyakit busung lapar dan kencing batu.

Dahulu, jali sering diolah menjadi seperti nasi, tapi sekarang sudah jarang orang yang mengolah buah jali. Padahal, nasi dari jali bisa digunakan sebagai penambah gizi dan mengatasi penyakit busung lapar. Sementara itu, bagian akarnya bisa direbus untuk dijadikan obat cacing dan kencing batu.

Jali terbilang sebagai tumbuhan rumput yang sangat berguna dan produktif. Jika dilihat dari fungsinya, sebenarnya tumbuhan ini sangat berpotensial untuk dijadikan sebagai sumber energi potensial.

Dahulu, sebelum jagung populer di Asia Selatan, tanaman ini banyak dibudidayakan dan dijadikan sebagai sereal. Seiring dengan berkembangnya zaman, tumbuhan ini justru semakin kurang dikenal.

Di India, masyarakat setempat biasanya mengolah tumbuhan ini menjadi sereal yang berukuran kecil dengan proses ditumbuk. Selain itu, tumbuhan jali juga sering diolah menjadi bahan pembuat roti atau diolah kernelnya untuk dijadikan camilan manis yang digoreng dan dilapisi oleh gula.

Baca Juga:  Prospek Cerah Bisnis Kaktus Hias

Di Cina, jali diolah seperti gandum dan barley, masyarakat setempat mengolahnya menjadi sup dan kaldu.

Meskipun berkhasiat mengatasi busung lapar dan kencing manis, jali cukup berbahaya untuk penderita diabetes karena bisa berkontraksi dengan obat-obatan yang dikonsumsi oleh penderita diabetes. Dosis yang digunakan juga tidak boleh berlebihan jika tidak menggunakan resep herbalis atau dokter.