Kiat Budidaya Lele Sehat Tanpa Penyakit

Pertanianku — Penyakit menjadi salah satu hambatan yang menjadi momok pembudidaya. Pasalnya, serangan penyakit dapat menyebabkan kondisi kesehatan ikan menurun, bahkan menyebabkan kematian. Mungkin cukup sulit untuk menghindari semua penyakit karena ada beberapa penyakit yang datang tiba-tiba atau disebabkan oleh faktor eksternal seperti cuaca. Namun, kemungkinan serangan penyakit bisa diminimalisir dengan budidaya lele yang sehat.

budidaya lele
foto: Trubus

Berikut ini beberapa kiat budidaya lele agar ikan jadi sehat dan tidak mudah terserang penyakit.

Sanitasi kolam

Kolam budidaya yang akan digunakan harus diolah terlebih dahulu dengan cara dikeringkan, dijemur, dan diberikan kapur tohor atau kapur pertanian sebanyak 500 gram/m2. Kapur harus ditebar secara merata pada dasar kolam dan sekeliling pematang kolam.

Selain kapur tohor, Anda juga bisa menggunakan methyline blue dengan dosis penggunaan sebesar 20 ppm dan dibiarkan selama kurang lebih dua jam. Setelah itu, kolam diisi air baru dan siap ditebari ikan ketika kondisi air sudah normal.

Sanitasi peralatan dan perlengkapan

Peralatan dan perlengkapan kolam harus dalam kondisi baik dan bersih. Anda perlu merendam seluruh peralatan yang akan digunakan dengan larutan PK atau larutan kaporit selama 30–60 menit.

Perketat biosekuriti

Orang yang datang dari luar tempat budidaya pun sebaiknya tidak sembarangan memegang dan mencelupkan tubuhnya ke kolam sebelum dilakukan penyucihamaan.

Gunakan benih yang sehat

Benih lele yang digunakan harus berkualitas dan sehat. Jika benih yang digunakan menunjukkan tanda-tanda kelainan atau sakit, Anda harus segera mengambil tindakan untuk mengeluarkannya dari kolam dan mengarantina ikan tersebut.

Benih lele yang akan ditebar harus dilakukan penyucihamaan terlebih dahulu agar hama yang berada di dalam wadah penampungan tidak ikut masuk ke kolam pembesaran. Benih juga dapat direndam dahulu dalam cairan obat-obatan alami seperti ekstrak cairan sambiloto 25 ppm, ekstrak cairan rimpang kunyit 15 ppm, ataupun cairan daun dewa 25 ppm. Perendaman dapat berlangsung selama 30–60 menit.

Baca Juga:  Produksi Budidaya Ikan Nila Naik Berkat Kincir Air

Bersihkan kolam secara rutin

Kolam wajib dibersihkan secara rutin. Bahan-bahan organik seperti sampah harus dibuang dari kolam. Selain itu, penggantian air kolam dilakukan secara periodik. Air yang digunakan harus sudah melewati sistem filtrasi.