Kiat-kiat Budidaya Semangka Tanpa Biji

Pertanianku — Semangka termasuk buah yang sangat populer di Indonesia karena rasanya manis, teksturnya lembut, dan mengandung banyak air. Saat ini mulai populer buah semangka tanpa biji dengan daging buah berwarna merah. Permintaan semangka tanpa biji ini relatif tinggi.

semangka tanpa biji
foto: Pertanianku

Oleh karena itu, buah ini berpotensi untuk dibudidayakan pada skala komersial. Apalagi, tanaman ini terkenal cukup mudah untuk dibudidayakan, terutama di daerah panas.

Meski terbilang cukup mudah dibudidayakan, Anda perlu mempersiapkan segala kebutuhannya dengan baik. Berikut ini beberapa kiat budidaya semangka tanpa biji.

Waktu budidaya

Budidaya semangka sebaiknya dilakukan pada musim kemarau atau saat intensitas curah hujan sedang tidak tinggi. Budidaya semangka yang dilakukan pada musim hujan dapat menyebabkan buah semangka yang dihasilkan kurang manis.

Selain itu, semangka juga lebih rentan terserang penyakit dan hama pada musim hujan. Penyakit yang biasanya menyerang adalah kutu kuning dan hijau yang dapat menyebarkan penyakit virus mozaik.

Buah perlu dibolak-balik

Warna pada buah semangka dipengaruhi oleh cahaya matahari yang mengenai permukaan buah. Oleh karena itu, untuk menghindari warna buah yang tidak rata, Anda perlu membolak-balik buah secara rutin dan sering.

Waktu panen

Waktu panen yang paling tepat untuk buah semangka tanpa biji adalah 70—120 hari setelah penanaman. Sebenarnya, waktu panen sangat bergantung pada bibit awal yang digunakan. Namun, umumnya buah semangka sudah dapat dipanen setelah mencapai 5—8 kg/tanaman.

Pengolahan lahan

Lahan yang akan digunakan harus diolah terlebih dahulu dan dibuat bedengan dengan lebar 3,6 m. Budidaya dapat dilakukan dengan mulsa atau tanpa mulsa. Lubang tanam dibuat dengan ukuran 40 cm × 40 cm × 30 cm dan jarak antarlubang tanam sekitar 1 m × 2 m. Setelah itu, tambahkan pupuk kandang sebanyak 10—20 ton/hektare.

Baca Juga:  Tips Menentukan Pot yang Sesuai untuk Tanaman Anthurium

Penyemaian benih

Benih perlu disemai terlebih dahulu di dalam pot/polibag atau blok tanah. Setiap satu pot hanya bisa digunakan untuk menyemai satu biji. Media semai yang dibutuhkan berupa campuran antara tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan jumlah yang sama.

Bibit sudah bisa dipindahkan ke lahan setelah memiliki dua helai daun atau berumur empat minggu. Lakukan penyulaman pada bibit yang mati setelah 3—5 hari dipindahkan ke lahan.

Kumpulkan informasi sebanyak mungkin

Informasi dari praktisi dan pembudidaya yang sudah berhasil dapat menjadi modal penting yang memengaruhi keberhasilan budidaya Anda.