Kiat Membuat Daya Tetas Telur Lele Menjadi Lebih Tinggi

    Pertanianku — Daya tetas telur ikan lele dipengaruhi oleh kualitas induk. Artinya, induk yang memijah harus sudah matang gonad. Selain itu, daya tetas telur ikan lele juga disebabkan oleh suhu air, kualitas air, kandungan oksigen, dan perawatan. Ada beberapa kiat yang dapat meningkatkan daya tetas telur sehingga anak lele yang akan didapatkan lebih banyak, simak caranya di bawah ini.

    telur ikan lele
    foto: pertanianku

    Gunakan tempat penetasan telur yang baik

    Penetasan telur yang baik merupakan kolam yang dapat menampung air dan bersih tidak berlumpur. Kolam yang digunakan harus berupa persegi panjang dengan ukuran panjang 2 m, lebar 1 m, dan tinggi 0,5 m. Jenis kolam yang digunakan dapat berupa kolam beton, bak terpal, bak fiberglasss, atau hapa.

    Hapa memiliki kelebihan tersendiri, yakni mudah untuk menempelkan telur dan memudahkan proses pengelolaan terutama ketika panen. Hapa harus disesuaikan dengan tempat penetasan. Biasanya, hapa memiliki panjang 2 m, lebar 1 m, dan tinggi 0,3 m. Hapa dipasang dengan cara menarik keempat sudutnya, kemudian diikatkan pada paku. Bagian dasarnya diberikan kawat atau paralon.

    Perhatikan cara penebaran telur

    Pemijahan yang dilakukan secara alami tidak perlu melakukan penebaran telur karena telur hasil pemijahan sudah menempel pada kakaban. Kakaban yang sudah ditempeli telur diangkat dari tempat pemijahan dan dipindahkan ke kolam atau bak penetasan. Namun, untuk pemijahan secara buatan memerlukan teknik penebaran telur.

    Penebaran telur harus dilakukan secara hati-hati agar telur tidak rusak. Baskom yang berisi telur diletakkan di atas permukaan air, kemudian tumpahkan telur secara perlahan-lahan. Agar penyebaran telur lebih merata, Anda dapat menyebar telur dengan tangan. Penumpahan telur dilakukan di bagian hapa, pastikan telur merata dan tidak menumpuk.

    Baca Juga:  Sortasi Benih Lele Tepat Waktu, Bagian dari Kunci Keberhasilan

    Pastikan ada instalasi air

    Instalasi air sangat penting dalam penetasan telur, apalagi untuk telur yang dihasilkan dari pemijahan buatan. Selama proses penetasan, air harus dalam keadaan terus mengalir untuk meningkatkan kandungan oksigen dan membuang bau busuk yang disebabkan oleh telur yang tidak menetas. Instalasi air dibuat dari pipa paralon berdiamater ¾ inci.