Kiat Membuat Tabulampot Manggis Rajin Berbuah

Pertanianku — Tanaman buah dalam pot (tabulampot) memerlukan perawatan yang tepat agar tanaman bisa berbuah. Ada banyak tanaman buah yang bisa dijadikan tabulampot yang cantik, salah satunya manggis. Tabulampot manggis memerlukan perawatan yang menjadi kunci keberhasilan penanaman tabulampot. Berikut ini beberapa tips membuat tabulampot manggis rajin berbuah.

tabulampot manggis
foto: Trubus

Penyiraman

Penyiraman untuk tanaman manggis harus dilakukan sesuai dengan musim, umur tanaman, dan fase pertumbuhan tanaman. Lazimnya, tanaman manggis disiram dua kali sehari pada awal pertumbuhan di musim kemarau. Penyiraman tidak boleh sampai terlambat karena dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Gangguan yang timbul di antaranya pengecilan ukuran daun dan buah.

Pemupukan

Pemupukan tanaman manggis sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari. Caranya, tambahkan pupuk NPK pada awal pertumbuhan dengan perbandingan 15:15:15 sebanyak 100 gram di dalam media tanam, kemudian aduk hingga rata. Selanjutnya, tanaman manggis juga memerlukan pupuk susulan setelah satu bulan tanam. Pupuk susulan yang diberikan adalah urea, TSP, dan KCl dengan perbandingan 2:2:1 sebanyak 2 sendok makan per pohon.

Saat tanaman mulai berbunga, berikan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 2 sendok makan per pohon. Namun, pupuk tersebut perlu dilarutkan terlebih dahulu dengan 10 liter air, kemudian kocorkan pupuk pada media hingga cukup basah. Setelah tanaman rutin berbuah, lakukan pemupukan setiap 4 bulan sekali dengan pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 1 sendok makan per pohon.

Penyiangan

Lakukan penyiangan terhadap gulma yang dapat merebut unsur hara dan sinar matahari. Penyiangan dapat dilakukan dengan cara manual, yakni mencabut gulma yang terlihat.

Pemangkasan

Tabulampot manggis perlu diberikan pemangkasan pada bagian ranting-ranting yang berada di dalam tajuk agar tidak terlalu rapat. Selanjutnya, pemangkasan dilakukan pada buah manggis yang muncul di ujung ranting dewasa terakhir.

Baca Juga:  Pupuk Organik untuk Hidroponik

Pemangkasan pun dilakukan pada batang pokok dengan hanya memelihara 1 batang utama (pokok) pada ketinggian 60–100 cm, 3 cabang primer yang panjangnya mencapai 30–50 cm, dan 9 cabang sekunder yang panjangnya mencapai 30–50 cm. Setelah itu, bagian yang dipangkas diolesi oleh cat meni atau lilin.

Pemangkasan harus dilakukan secara hati-hati. Pemangkasan yang salah dapat membuat pertumbuhan tanaman lambat dan sistem perakaran melemah.