Kiat Membuat Tanaman Buah Naga Menghasilkan Banyak Buah

Pertanianku — Tujuan utama dari budidaya tanaman buah naga sudah pasti untuk mendapatkan buahnya yang dapat dikonsumsi. Tujuan tersebut bisa didapatkan melalui cara pemeliharaan yang intensif dan tepat. Perawatan tanaman buah naga meliputi pengikatan, penyiraman, pemupukan, pemangkasan, dan pembesaran buah.

tanaman buah naga
foto: pertanianku

Pengikatan

Tanaman buah naga membutuhkan tiang panjatan setelah sosoknya bertambah tinggi hingga 30 cm. Pengikatan tersebut bisa dilakukan dengan tali atau kawat dan tidak boleh dilakukan terlalu kencang agar cabang atau batang tidak terjepit dan patah. Kegiatan ini sangat penting untuk mengatur sosok dan pertumbuhan tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh lebih maksimal dan Anda lebih mudah saat merawatnya.

Penyiraman

Tanaman butuh disiram dua kali sehari pada awal pertumbuhan dan satu hari sekali ketika sudah cukup besar. Saat tanaman sudah dewasa, penyiraman cukup dilakukan seminggu sekali atau disesuaikan dengan kondisi media tanam. Ketika tanaman sedang berbunga dan berbuah, sebaiknya penyiraman cukup dilakukan dua minggu sekali.

Pemupukan

Setelah mendapatkan pupuk dasar pada awal proses penanaman, tanaman tetap membutuhkan pupuk lanjutan. Pada umur 1–6 bulan, jenis pupuk yang digunakan adalah NPK 15-15-15 dengan dosis 25 gram per tanaman dan pupuk kandang 125 gram per tanaman. Pemberiannya dilakukan selang-seling setiap dua bulan sekali.

Ketika tanaman sudah berumur tujuh bulan lebih, jumlah pupuk NPK yang diberikan bertambah menjadi 50 gram per tanaman. Selebihnya, masih sama seperti pemupukan sebelumnya. Saat tanaman sudah mulai berbunga dan berbuah, Anda perlu memberikan pupuk NPK 13-13-21 sebanyak 75 gram per tanaman dan pupuk kandang 125 gram per tanaman. Pupuk diberikan satu bulan setelah pemberian pupuk dasar untuk pertumbuhan.

Pemberian hormon

Baca Juga:  Jenis Tanaman Sela yang Cocok Ditanam di Kebun Mangga

Anda juga bisa memberikan hormon giberelin (GA3) sebanyak 1 gram yang dilarutkan di dalam 2 liter air. Pemberian hormon ini dapat mendongkrak hasil panen, tetapi hanya bisa dilakukan pada tanaman yang sehat. Hormon diberikan dengan cara disemprotkan ke pentil buah sebanyak 2 kali yang muncul setelah 2–3 hari kuntum bunga layu. Saat buah berumur 35 hari, penyemprotan perlu diulang dengan dosis yang sama.

Pangkas cabang

Tanaman yang sudah berumur tiga bulan dapat dipangkas bagian ujung batangnya. Ketika tanaman telah berbunga, pertahankan hanya dua bunga tiap cabang dengan jarak antarbunga sekitar 30 cm.