Kiat Mempercepat Panen Kayu Jati

Pertanianku — Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, seluruh kegiatan di dalam aspek kehidupan bisa dibuat menjadi lebih efisien dan efektif. Begitu pun dengan proses panen kayu jati. Saat ini sudah ada berbagai cara untuk mempercepat waktu panen sehingga perputaran modal produksi pun berlangsung lebih cepat. Selain itu, permintaan kayu di pasaran juga dapat terpenuhi dengan baik.

panen kayu jati
foto: Pixabay

Saat ini ada beberapa cara untuk mempercepat waktu panen jati tanpa memengaruhi kualitas kayu. Kayu yang didapatkan memiliki kualitas yang sama seperti jati konvensional umumnya. Simak ulasan cara mempercepat panen kayu jati di bawah ini.

Asal bibit

Pohon jati yang semula baru bisa dipanen setelah berumur puluhan tahun, kini bisa dipersingkat menjadi 15–20 tahun. Hal tersebut disebabkan oleh sudah ada pembibitan jati secara massal yang dilakukan melalui kultur jaringan. Bibit yang dikembangkan merupakan jati cepat tumbuh yang dikenal dengan nama jati super, jati unggul, jati prima, atau jati emas.

Hormon

Berdasarkan hasil penelitian, persentase perkecambahan benih jati tertinggi sebesar 40 persen didapatkan dari perlakuan hormon giberelin 10 ppm. Pemberian hormon tersebut menyebabkan batang menjadi lebih tinggi, daun yang terbentuk lebih banyak, dan lebih panjang bila dibandingkan dengan tanaman lainnya.

Lingkungan tanam

Pertumbuhan jati dapat maksimal bila lingkungan tanam yang dipilih memiliki curah hujan sekitar 1.200–2.000 mm per tahun dengan 3–5 bulan kering, temperatur 19–36°C, intensitas cahaya 75–100 persen, kemiringan kurang dari 8 persen, keasaman tanah sekitar 6–7, dan ketinggian lokasi berada di 0–700 m dpl. Umumnya, jati tumbuh subur di tanah pegunungan batu kapur.

Jarak tanam

Jarak tanam yang tepat dapat memberikan ruang bagi tanaman jati dan mengurangi persaingan unsur hara yang ketat. Selain itu, tanaman bisa mendapatkan sinar matahari serta sirkulasi udara yang baik. Jarak barisan diatur antara 6–8 m, sedangkan larikan antara 4–6 m.

Baca Juga:  Cara Pengapuran Tanah yang Masam

Pola tumpang sari

Pola tumpang sari dapat menguntungkan tanaman jati karena pekebun akan selalu membersihkan lahan, mendangir lahan, dan memberikan pupuk pada tanamannya. Kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif pada tanaman jati.

Perawatan yang baik

Tunas-tunas baru yang muncul segera dipotong agar pertumbuhan terkonsentrasi pada batang yang tumbuh ke atas. Pemotongan tunas dilakukan hingga tanaman berumur 1 tahun. Tanaman jati diberikan pupuk tambahan dan pendangiran setiap 3 bulan.