Kiat Memproduksi Benih Jagung Sendiri dari Hasil Panen

Pertanianku — Produksi jagung sangat bergantung pada kondisi benih jagung yang digunakan. Itu sebabnya mutu jagung memegang peranan penting dalam peningkatan produksi. Bila benih berkualitas baik, hasil yang akan didapatkan kemungkinan baik juga. Benih tersebut bisa Anda dapatkan dengan cara membeli di pasaran atau memproduksi sendiri dari hasil panen.

benih jagung
foto: pixabay

Saat ingin membeli benih di pasaran sebaiknya perhatikan kemasan benih dan sesuaikan varietas jagung yang dipilih dengan kondisi iklim setempat. Sementara itu, benih yang diproduksi sendiri hanya bisa dihasilkan dari tanaman varietas nonhibrida yang pertumbuhannya baik dan sehat.

Benih tersebut berasal dari tanaman serta tongkol yang terpilih. Tongkol tersebut harus berukuran besar, barisan biji lurus dan penuh, tertutup rapat oleh klobot, serta tidak terserang hama dan penyakit.

Tongkol yang dipilih sebagai penghasil benih jagung harus sudah melewati fase matang fisiologis. Kondisi tersebut ditandai dengan kondisi biji yang keras dan terbentuk lapisan hitam pada bagian dasar biji, serta sebagian besar daun tanaman sudah menguning. Jumlah tongkol yang dipilih minimal 200 tongkol agar tidak mengalami penurunan genetik.

Setelah tongkol-tongkol terpilih dikumpulkan, Anda perlu mengupas tongkol tersebut, kemudian dikeringkan dengan sinar matahari. Biji jagung yang digunakan sebagai benih jagung adalah biji yang berada di bagian tengah. Sementara itu, biji yang berada di bagian ujung dan pangkal dipisahkan. Biji pada bagian tersebut tidak bisa digunakan sebagai benih.

Apabila benih akan disimpan dalam jangka waktu yang lama, tongkol jagung perlu dibungkus dan disimpan di tempat kering. Sejak dahulu, petani menyimpan benih yang belum digunakan di atas tungku yang berada di dapur. Benih disimpan dalam bentuk klobot.

Baca Juga:  Pedoman Rehabilitasi Tanaman Kopi

Klobot jagung yang terkena asap tungku dapat disimpan dalam jangka waktu cukup lama. Klobot tersebut bisa bertahan selama satu tahun atau hingga waktu tanamnya tiba tanpa mengalami penurunan mutu benih. Hal yang paling utama dalam penyimpanan benih adalah kondisi benih yang kering dengan kondisi air kurang dari 14 persen.