Kiat Menanam Melon Organik

Pertanianku — Melon merupakan buah yang sangat sering dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia karena rasanya yang manis serta mudah untuk didapatkan. Melon yang memiliki kualitas prima merupakan buah yang dihasilkan dari budidaya melon organik.

melon organik
foto: pixabay

Kualitas melon dapat dilihat dari kondisi kulitnya yang mulus dan saat dibelah, daging buah akan beraroma harum dan rasanya sangat manis dan renyah. Selain penampilan yang mulus, buah melon yang prima akan memiliki daya tahan lama bisa mencapai 30—35 hari. Untuk menghasilkan melon organik berkualitas prima, simak kiat-kiat berikut.

Cairan rumen

Loading...

Cairan rumen merupakan starter yang berupa mikroba pengurai dari cairan usus halus dan lambung kerbau atau sapi. Cairan tersebut dapat Anda temukan di tempat pemotongan hewan. Cairan tersebut tidak boleh tersentuh air.

Fermentasi pengurai

Untuk memfermentasi 5 liter cairan rumen, membutuhkan 200 liter air bersih. Campurkan kedua bahan tersebut dan aduk rata di dalam drum. Setelah tercampur dengan rata, tambahkan molase sebanyak 2 kg, terasi sebanyak 1 kg, dan 3 buah nanas yang telah diblender.

Proses fermentasi akan berlangsung selama 21 hari dalam drum yang tertutup rapat. Fermentasi dapat dikatakan berhasil saat hasil fermentasi memiliki aroma yang masam dan harum. Hasil dari fermentasi berupa larutan yang kaya bakteri pengurai atau dekomposer.

Bahan organik

Ambil 5 liter cairan fermentasi, lalu tambahkan 2 kg dedak, 1 kg terasi, dan molase sebanyak 10 liter. Selanjutnya, masukkan seluruh bahan ke 200 liter air. Setelah itu, siramkan larutan tersebut ke bahan organik, yaitu 75 ton kotoran ayam, 2.500 kg limbah pertanian atau hijauan, dan 2.500 kg limbah gergaji kayu.

Fermentasi bahan organik

Aduk seluruh bahan organik yang telah dicampurkan dengan larutan hingga merata, lalu tutup dengan terpal selama 21 hari dan sesekali harus diaduk agar suhunya panas turun. Bahan organik yang telah dibuat dapat dijadikan sebagai pupuk dasar yang dapat digunakan untuk lahan seluas 1 hektare.

Baca Juga:  Keunggulan Menggunakan Hidroponik Starter

Pupuk dasar

Tabur pupuk organik di atas bedengan media tanam, lalu aduk dengan rata dengan tanah. Selanjutnya, tutup rapat dengan mulsa plastik hitam perak. Saat itu bibit yang telah disemai sudah bisa untuk ditanam.

Pupuk kocor

Campurkan 1 liter larutan dekomposer dengan 10 liter air bersih dan aduk rata. Pemberian pupuk dilakukan rutin saat tanaman berumur 7 hari dengan frekuensi 4 kali sehari.

Fosfat dan kalium

Sumber fosfat dan kalium dapat dipenuhi dari mikroorganisme lokal (MOL) yang berbahan guano dan bonggol ataupun batang pisang.

Loading...
Loading...