Kiat Menanam Setek Cabang

Pertanianku— Ada banyak cara perbanyakan tanaman dengan setek, mulai dari setek daun, setek akar, setek batang/cabang, setek tunas, hingga setek umbi. Setek cabang juga sering disebut dengan setek kayu. Bagian yang digunakan adalah cabang tua atau setengah tua. Cara ini umumnya dilakukan pada tanaman buah, seperti kedondong, jambu air, jambu semarang, beberapa jenis jeruk, markisa, delima, ceremai, avokad, dan anggur.

setek cabang
foto: Trubus

Selain tanaman buah, setek cabang juga bisa dilakukan untuk beberapa tanaman hias seperti bugenvil, melati, mawar, dan klerodendron. Batang yang digunakan sudah setengah tua. Setek cabang dilakukan dengan tahapan berikut.

  • Potong cabang dengan pisau tajam sepanjang 10–30 cm atau batang memiliki 3–5 mata tunas. Potongan pangkal setek dibuat datar atau miring. Sisakan 2–3 lembar daun dan buang sisanya.
  • Siapkan wadah untuk menyemai bibit setek, seperti kotak kayu, pot, keranjang, atau polibag.
  • Oleskan ZPT pada pangkal setek agar akar cepat tumbuh.
  • Tanam bibit pada media yang porous dan subur.
  • Tutup bibit dengan sungkup plastik dan simpan di tempat teduh dengan penyinaran 25–50 persen.

Berikut ini beberapa kiat agar setek cabang berjalan lancar.

Umur cabang

Gunakan cabang berumur satu tahun dan berpenampilan subur. Cabang yang terlalu tua akan sulit berakar, sedangkan yang masih muda cukup mudah. Batang yang masih muda ditandai dengan teksturnya yang lunak dan mudah layu karena proses penguapannya cepat.

Cabang sehat

Gunakan cabang yang sehat, tidak terserang hama dan penyakit. Beberapa hama yang kerap menyerang cabang adalah kutu, tungau, dan hama penggerek. Sementara itu, penyakit yang perlu diwaspadai adalah defisiensi nitrogen yang menyebabkan warna daun kekuningan. Batang dengan kandungan nitrogen yang sedikit akan sulit berakar.

Baca Juga:  Tips Sukses Mencangkok Tanaman Buah

Penyayatan

Sayat kulit kayu batang kira-kira 1–3 bulan sebelum batang dipotong untuk setek. Posisi sayatan kurang lebih berada 30–40 cm di bawah ujung batang dengan lebar sayatan 1–2,5 cm. Di atas sayatan biasanya timbul benjolan yang mungkin ditumbuhi akar. Benjolan tersebut merupakan pertanda terjadinya penumpukan auksin dan bahan makanan yang berperan dalam pertumbuhan akar.

Waktu pemotongan

Pemotongan batang sebaiknya dilakukan saat tingkat kelembapan udara tinggi dan tanaman tidak dalam masa pertumbuhan. Kondisi ini biasanya terjadi pada awal musim hujan. Pemotongan sebaiknya dilakukan di dalam air. Cara ini dapat membuat jaringan pembuluh batang terisi air, bukan udara.

Kondisi cabang

Sertakan sebagian kayu batang sehingga bentuk pangkal seperti martil atau bertumit. Cara ini dapat memudahkan perakaran cepat tumbuh.