Kiat Menekan Angka Kematian Ayam Petelur

PertaniankuKematian ayam petelur menjadi salah satu hambatan yang perlu ditangani dengan baik oleh Anda sebagai peternak. Tingkat kematian dipengaruhi oleh beberapa faktor, mulai dari penyakit, pemberian pakan yang tidak tepat, keracunan, kondisi lingkungan yang tidak baik, perlakuan kasar dalam merawat ayam, dan stres. Tingkat kematian yang tinggi otomatis membuat kerugian yang Anda dapati semakin tinggi juga.

kematian ayam petelur
foto: Pertanianku

Tingkat kematian ayam petelur bisa dicegah melalui beberapa cara. Umumnya, kematian ayam petelur bisa terkendali bila kandang bersih dan nyaman, sirkulasi udara di dalam kandang baik, tempat pakan dan minum bersih, ayam tidak stres karena karyawan merawatnya dengan benar, serta penyediaan pakan dan minum berkualitas sesuai dengan kebutuhan ayam.

Pada dasarnya tingkat kematian bisa ditekan dengan sistem biosekuriti yang benar. Berikut ini langkah-langkah biosekuriti yang dapat Anda lakukan.

  • Segera pisahkan ayam yang terjangkit penyakit ke kandang khusus agar penyakit tersebut tidak menular ke ayam yang masih sehat. Selain itu, pemindahan ayam yang sakit berguna untuk melindungi ayam yang tengah sakit dan pengobatan bisa diberikan lebih maksimal.
  • Selalu menjaga kebersihan kandang dengan penyemprotan desinfektan.
  • Melakukan pengosongan kandang selama dua minggu sebelum pengisian berikut. Biasanya, saat pengosongan kandang, peternak akan sibuk membersihkan kandang dan seluruh peralatan yang akan digunakan beternak kembali.
  • Memantau dan mengatur lalu lintas kendaraan ataupun pekerja yang keluar-masuk lokasi pemeliharaan ayam.

Ada beberapa masa kritis bagi ayam petelur sehingga membuatnya lebih rentan mengalami kematian. Berbagai studi menunjukkan, tingkat kematian tertinggi terjadi saat ayam petelur masih menjadi anak ayam (DOC) hingga berumur satu minggu. Kematian kerap terjadi saat anak ayam berumur satu hari hingga 7 hari dengan tingkat kematian mencapai 10 persen. Kematian ini biasanya disebabkan oleh omphalitis atau infeksi kuning telur yang dikenal dengan nama mushy chick disease.

Untuk menghindari kematian akibat omphalitis, Anda perlu melakukan beberapa hal berikut.

  • Menjaga telur tetas sejak dari sarang ayam hingga ditempatkan ke mesin tetas agar telur terbebas dari berbagai kontaminasi.
  • Telur dijaga agar tidak lembap dengan membasuh kulit telur secara hati-hati. Kulit yang lembap dapat menjadi media tumbuhnya bakteri.
  • Menjaga kebersihan peralatan penampungan dan penetasan.
Baca Juga:  Komposisi Pakan Sapi Potong pada Fase Breeding