Kiat Mengangkut Bibit Tanaman Jati yang Benar

Pertanianku Bibit jati yang sudah siap sebaiknya ditanam secepatnya di lapangan atau hutan agar segera tumbuh dan berkembang. Namun, biasanya bibit tersebut akan melalui proses distribusi terlebih dahulu. Selama proses distribusi, Anda harus menjaga kondisi bibit agar tetap baik hingga sampai di lokasi penanaman. Oleh karena itu, proses pengemasan dan pengangkutan bibit tanaman jati menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.

bibit jati
foto: Trubus

Sebelum melakukan pengemasan dan pengiriman, bibit harus diseleksi terlebih dahulu. Tujuannya, agar bibit yang ditanam benar-benar berkualitas dan seukuran. Kondisi bibit yang baik dapat memberikan keuntungan berupa pertumbuhan dan perkembangan yang baik.

Proses pengemasan dan pengangkutan harus dilakukan dengan teknik tertentu agar bibit tidak rusak dan mati. Berikut ini cara pengemasan dan pengangkutan bibit jati yang benar.

  • Siapkan bibit jati yang sudah siap ditanam dengan ciri-ciri pertumbuhannya normal, tinggi bibit 20–30 cm, batang lurus, berkayu (1/3 dari tinggi), kokoh, daun kaku, berwarna hijau sedikit kuning, ukuran daun tidak begitu lebar atau kecil, tidak terserang hama dan penyakit, serta perakaran banyak dan membentuk gumpalan yang kompak dengan media.
  • Pengemasan bibit dapat dilakukan dengan kotak yang terbuat dari plastik atau kayu. Panjang kotak 60 cm, lebar 40 cm, dan tinggi 50 cm. Satu kotak dapat menampung 70 tanaman yang berada di polibag berukuran 15 cm × 10 cm. Kotak diangkut dengan satu truk yang mampu menampung 72 kotak, artinya satu truk dapat membawa 5.040 bibit.
  • Bibit harus disusun dengan posisi berdiri dengan tingkat kerapatan yang tinggi di dalam kotak.
  • Sebelum diangkut, bibit perlu disiram terlebih dahulu hingga jenuh.
  • Setelah kotak tersusun rapi di dalam truk pengangkut, tutupi bibit dengan shading net untuk menghindari kerusakan bibit. Bagian belakang diusahakan terbuka agar sirkulasi udara berlangsung dengan baik.
  • Apabila jarak distribusi dekat, bibit tersebut dapat langsung ditanam setelah sampai di lokasi. Namun, bila jarak distribusi jauh dan membutuhkan waktu selama 2–3 minggu, bibit-bibit tersebut sebaiknya diadaptasi terlebih dahulu sebelum ditanam. Hal ini berguna untuk menghindari tanaman stres.
  • Apabila sebagian bibit yang dikirim tidak bisa langsung ditanam, bibit tersebut dapat dipelihara sebagaimana halnya di persemaian.
Baca Juga:  Keunggulan Kakao Masamba