Kiat Mengatasi Cacar Unggas yang Menyerang Itik

Pertanianku Cacar unggas merupakan penyakit menular yang perlu ditangani secepat mungkin. Pasalnya, penyakit ini bisa menyerang itik di semua umur. Cacar unggas disebabkan oleh infeksi virus genus Acipoxvirus. Penyakit ini bisa menyerang unggas, seperti itik dan ayam.

cacar unggas
foto: Pertanianku

Cacar unggas yang menyerang itik akan menimbulkan gejala berupa cacar kering, benjolan-benjolan pada bagian badan itik yang tidak tertutup bulu seperti kaki dan kepala. Selain cacar kering, itik juga dapat mengalami cacar basah yang biasa menyerang bagian rongga mulut dalam bentuk difteri (selaput palsu).

Penyakit ini dapat menyebabkan dampak buruk, yakni kematian. Hal ini karena itik mengalami kesulitan makan dan minum sehingga kebutuhan nutrisi tubuh itik sulit dipenuhi.

Pengobatan cacar unggas harus disesuaikan dengan jenis cacar yang menyerang. Pengobatan cacar kering dilakukan dengan mengelupasi benjolan-benjolan hingga berdarah, kemudian diolesi dengan yodium tingtur (6—10 persen).

Sementara itu, tindakan pencegahan untuk penyakit yang berisiko menyebabkan kematian ini dapat dilakukan dengan vaksinasi injeksi di balik sayap itik (wingweb).

Penyakit yang menular dapat menimbulkan wabah dan memicu kerugian yang besar. Biasanya, penyakit disebabkan oleh masuknya mikroba penyakit ke tubuh itik dan menulari itik lainnya. Oleh karena itu, penanganan penyakit menular lebih mudah dilakukan sejak dini sebelum penyakit menyebar ke itik lain yang masih sehat.

Umumnya, penyakit yang menyerang itik bisa diminimalisir potensi serangannya dengan menerapkan biosekuriti. Siapkan petugas yang mengarahkan pengunjung kandang mengenai biosekuriti. Berikan batasan jumlah pengunjung, maksimal 10 orang. Selain itu, pengunjung harus menggunakan pakaian dan alas kaki khusus saat memasuki kandang. Pengunjung juga melakukan dipping dan spraying. Untuk memudahkan proses pemantauan, pengunjung sebaiknya mengisi buku tamu.

Baca Juga:  Cara Membuat Pakan Konsentrat Kelinci

Pintu gerbang kandang jangan terlalu sering dibuka tutup. Kendaraan yang masuk ke peternakan perlu disemprot dengan larutan disinfektan. Larutan disinfektan yang digunakan di ruangan dipping dan spraying perlu diganti secara rutin. Lakukan sanitasi kandang dan lingkungan secara rutin.