Kiat Mengendalikan Nematoda Parasit Pengganggu Tanaman Kopi

Pertanianku — Apabila tanaman kopi Anda menunjukkan gejala kerdil serta daun menguning dan gugur, kemungkinan tanaman sudah terserang nematoda parasit. Gejala lain yang kemungkinan muncul adalah pertumbuhan cabang-cabang primer tanaman kopi terhambat sehingga tanaman hanya menghasilkan sedikit bunga, buah prematur, dan banyak yang kosong.

nematoda parasit
foto: Pixabay

Gejala serangan nematoda parasit juga dapat dilihat pada bagian akar yang membusuk berwarna cokelat atau hitam. Serangan nematoda yang sudah berat akan menyebabkan tanaman mati. Itu sebabnya hama ini harus segera ditangani, jangan sampai skala serangannya meningkat. Kematian tanaman dapat menyebabkan kerugian hingga 100 persen karena petani mengalami gagal panen.

Nematoda parasit yang kerap menyerang tanaman kopi adalah Pratylenchus coffeae dan Radopholus similis. Pilihan terbaik untuk mengatasi nematoda adalah mencegahnya agar tidak menyerang tanaman di kebun. Pencegahan dapat menimalisir risiko serangan melalui beberapa cara berikut.

  • Secara kultur teknis, serangan nematoda dapat dicegah dengan membuat parit barrier (penghalang berupa parit), rotasi tanaman dengan jenis tanaman lain, dan pembukaan lubang tanam kopi.
  • Secara hayati, serangan nematoda dapat dicegah dengan menekan populasi nematoda dengan memanfaatkan predator seperti jamur dan bakteri.
  • Menggunakan klon/varietas kopi yang tahan terhadap nematoda sebagai batang bawah. Misalnya, kopi robusta klon BP 308, kopi ekselsa, dan klon BP 961.
  • Secara kimiawi, pengendalian hama dilakukan dengan menggunakan beberapa nematisida yang disarankan seperti nematisida berbahan aktif karbofuran (Curaterr 3 G) dengan dosis 35 gram/tanaman, etoprofos (Rchocap 10 G) dengan dosis 25 gram/tanaman, oksamil (Vydate 100AS) konsentrasi 1,0 persen dengan volume larutan 1–1,5 l/tanaman. Penggunaan nematisida dapat diulang tiap tiga bulan.
  • Pembibitan kopi disarankan menggunakan cara kimiawi, yakni dengan melakukan fumigasi media bibit dengan fumigan pratanam seperti dazomet (Basamid G) dan natrium-metam (Vapam L). Sementara itu, nematisida sistemik dan kontak digunakan dengan cara disiramkan pada bibit dengan konsentrasi 1,0 persen volume larutan 250 ml/bibit.
Baca Juga:  Pemeliharaan Rutin Instalasi Hidroponik agar Tidak Cepat Rusak