Kiat Menggunakan Pestisida untuk Tanaman Hidroponik

Pertanianku — Sistem hidroponik tidak menjamin tanaman terbebas dari serangan hama dan kematian. Sebagian besar hama yang berukuran besar dapat dijumpai di kebun, apalagi bila instalasi tidak ditutupi oleh net atau screen. Anda juga perlu waspada dengan serangga kecil dan cendawan yang bisa masuk ke kebun melalui peralatan, menempel di baju karyawan, atau terbawa angin. Oleh karena itu, Anda tetap membutuhkan pestisida.

pestisida
foto: Pertanianku

Pengendalian hama dan penyakit merupakan hal penting karena dapat merugikan Anda. Pasalnya, serangan hama dan penyakit akan menurunkan mutu dan produksi sayuran.

Anda harus bisa bijak saat menggunakan pestisida. Pasalnya, pestisida dapat menimbulkan dampak buruk bila digunakan sembarangan. Pestisida sebaiknya disemprotkan dengan nozzle yang menghasilkan butiran kecil (lembut) dengan pancaran kerucut karena penetrasinya ke dalam jaringan daun atau hama.

Apabila Anda menggunakan butiran semprotan yang terlalu besar, kemungkinan butiran akan tertinggal di daun jika terkena sinar matahari. Penyemprotan pestisida yang terlalu basah akan membuat permukaan daun juga tampak basah.

Ketika Anda menggunakan pestisida untuk mengendalikan hama pada instalasi hidroponik, sebaiknya gunakan pestisida berbahan aktif yang berbeda secara berselang-seling. Tujuannya, agar hama dan penyakit tidak menjadi kebal.

Pestisida sebaiknya tidak digunakan ketika intensitas serangan masih belum besar. Anda dapat mengendalikan serangan hama tersebut secara manual seperti mengambil hama dengan pinset.

Pengendalian hama dan penyakit sebenarnya tidak bisa hanya mengandalkan pestisida. Anda perlu melakukan pemantauan secara rutin sejak dini. Pemantauan dilakukan setiap hari untuk mendeteksi kehadiran hama dan penyakit. Dengan pemantauan sedini mungkin, Anda bisa mengurangi penggunaan pestisida serendah mungkin.

Namun, pemantauan perlu dilakukan dengan pengetahuan dan pengalaman yang memadai. Pasalnya, Anda tak selamanya dapat melihat langsung hama dan penyakit. Bisa jadi Anda mengidentifikasi kehadiran organisme pengganggu tanaman melalui gejala-gejala serangan yang ditimbulkan.

Baca Juga:  Konsumsi Salak, Cara Sederhana Turunkan Kolesterol

Gejala dari tiap hama tidak selalu sama dan terkadang gejala yang muncul hampir mirip dengan gejala defisiensi hara.

Pengendalian hama dan penyakit juga bisa dilakukan dengan memberikan nutrisi secara tepat. Misalnya, memilih pupuk nitrogen berbentuk nitrat yang dapat membuat sel tanaman lebih padat sehingga hama dan penyakit lebih sulit menyerang.