Kiat Menghadapi Penyakit Budok yang Sering Merugikan Petani Nilam

Pertanianku Penyakit budok yang menyerang tanaman nilam disebabkan oleh cendawan Synchytrium pogostemonis. Serangan penyakit ini sering muncul karena bibit yang digunakan kurang bagus. Bibit tersebut berasal dari setekan pucuk tanaman sebelumnya. Teknik perbanyakan ini ternyata berisiko membawa penyakit. Jika induk yang digunakan sudah terserang penyakit, otomatis tanaman yang dihasilkan juga akan membawa bibit penyakit.

penyakit budok
foto: Trubus

Spora cendawan akan masuk ke jaringan tanaman nilam dengan menginfeksi bagian yang masih muda, seperti tunas. Pada awalnya serangan penyakit budok tidak menunjukkan gejala yang jelas. Gejala baru terlihat setelah sebulan tanaman diserang. Gejala tersebut berupa benjolan kecil pada bagian pangkal batang, cabang, atau ranting yang berada dekat dari tanah.

Selain itu, daun yang baru terbentuk akan berukuran kecil, kaku, keriting, dan tebal. Apabila serangan penyakit tidak segera diatasi, tanaman akan semakin kerdil dan akhirnya mati.

Salah satu teknik pengendalian yang paling berperan adalah mengganti bibit setek pucuk dengan bibit yang berasal dari kultur jaringan. Umumnya, kultur jaringan bisa didapatkan dari Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Bibit tersebut dapat dipanen dua kali dalam setahun.

Keunggulan bibit kultur jaringan bukan hanya bebas dari penyakit budok, melainkan dapat meningkatkan hasil rendemen minyak penyulingan. Rendemen dari tanaman yang berasal dari kultur jaringan bisa mencapai 3 kg minyak per 100 kg daun kering alias 3 persen. Sementara itu, volume minyak nilam yang dihasilkan dari tanaman asal setek pucuk hanya sekitar 1,6 kg per 100 kg daun kering atau 1,6 persen.

Peningkatan hasil rendemen tersebut karena tanaman bebas penyakit sehingga energi yang dimiliki tanaman tidak dihabisi oleh patogen. Selain itu, bibit kultur jaringan juga dapat mempercepat proses pendewasaan tanaman sehingga kemampuan metabolit sekundernya meningkat. Itu sebabnya hasil rendemen yang dihasilkan dari bibit ini cenderung lebih tinggi.

Baca Juga:  Konsumsi Salak, Cara Sederhana Turunkan Kolesterol

Bebas penyakit bukan berarti tanaman ini tidak diserang. Bebas yang dimaksud di sini adalah risiko terserang penyakit lebih rendah dibanding tanaman yang berasal dari setek pucuk. Oleh karena itu, Anda juga perlu melakukan sanitasi lahan yang tepat untuk menekan penyebaran penyakit.

Agar penyakit budok tidak menyerang tanaman nilam, sebaiknya lakukan pergiliran tanaman untuk memusnahkan dan memutus siklus hidup cendawan penyebab budok.