Kiat Merawat Burung Pleci yang Sudah Rajin Berkicau

Pertanianku — Membuat burung pleci rajin berkicau memerlukan proses dan usaha yang cukup panjang. Pleci tersebut biasanya akan rajin mengeluarkan suaranya ketika berada di mana pun. Jika burung sudah rajin berkicau, tinggal bagaimana Anda merawat burung tersebut agar tetap rajin berkicau. Pasalnya, perawatan yang tidak tepat dapat menyebabkan burung menjadi tidak ingin berkicau.

burung pleci
Foto: Pixabay

Hingga saat ini suara masih menjadi faktor penting dan syarat utama untuk burung kicau berkualitas. Uniknya, pleci memiliki suara kicau yang bervariasi, bahkan jumlah variasi suaranya mencapai lima jenis. Variasi suara tersebut disesuaikan dengan tahapan umurnya. Variasi suara pleci di antaranya ciew… ciew… atau cuit … cuit, ngeriwik, ngeriwik

kasar, ngeplong, dan ngerol.

Berikut ini perawatan yang perlu diberikan pada burung pleci.

Pisahkan dari bakalan

Pada dasarnya pleci merupakan burung yang rajin berkicau jika sudah terbentuk dan terlatih dengan baik. Apabila pleci Anda sudah rajin berkicau, sebaiknya pisahkan atau jauhkan dari burung bakalan yang belum rajin berkicau. Hal ini bertujuan untuk membuat suara kicauan pleci keluar lebih lepas.

Bahkan setelah dipisahkan, kemungkinan besar bakalan yang belum bisa berkicau akan lebih berani berkicau. Bakalan tersebut juga bisa semakin rajin untuk berkicau. Namun, bakalan tetap didekatkan oleh betina.

Jika jantan lebih dari satu, penempatan dalam satu lingkungan masih bisa dilakukan. Akan tetapi, ada hal yang perlu diperhatikan, yaitu letak sangkar satu dengan sangkar lainnya saling berjauhan.

Matangkan suaranya di tempat tinggi

Pleci yang sudah mau berkicau dapat dimatangkan lagi suaranya. Caranya adalah menggantung sangkar di tempat yang tinggi. Kemungkinan suara dapat lebih matang di tempat tinggi karena suasananya lebih tenang.

Baca Juga:  Kiat Meminimalisir Tingkat Birahi Burung Kicau yang Tinggi

Kematangan suara yang dimaksud adalah tingkat kerajinannya lebih stabil, suaranya bisa lepas atau ngelos, dan variasi suara yang dimiliki dapat dikeluarkan semua dengan sesukanya. Jika di tempat rendah, kemungkinan seperti itu belum tentu terjadi. Biarkan kematangan suaranya berlangsung lama di satu tempat yang agak tinggi. Nantinya, mental dan sifat jinaknya akan terbentuk dengan sendirinya.