Kiat Praktis Budidaya Melon dalam Polybag


Pertanianku — Keberadaan tanaman melon di halaman rumah akan menghadirkan ruang hijau yang bagus untuk lingkungan. Selain itu, melon yang dimakan dari hasil budidaya sendiri juga menimbulkan kepuasan pribadi ketimbang membelinya. Bagi Anda yang mau mencoba budidaya melon dalam polybag, berikut cara praktisnya.

budidaya melon dalam polybag
Google Image
  1. Siapkan alat dan bahan

Siapkan beberapa buah polybag dengan ukuran masing-masing 40×50 cm atau 37×40 cm. Lahan pekarangan rumah untuk menanam melon juga perlu disiapkan dan dibersihkan dahulu dari rumput liar.

Siapkan juga lanjaran atau ajir dari bambu yang nanti akan ditancapkan pada media tanam dengan panjang 1,5—2 meter. Paku ukuran 2 inci, tali rapia, gunting, dan pisau pemotong juga perlu disiapkan.

  1. Persiapan bibit

Belilah benih melon di toko tanaman, lalu rendam ke dalam air yang sudah diberi fungisida selama satu malam atau sekitar 12 jam. Setelah itu, tiriskan benih lalu simpan benih dalam tempat yang gelap selama 12—14 hari hingga berkecambah atau berdaun 4 untuk dipindahkan ke media semai pada polybag.

Untuk media semai, Anda bisa membuatnya dengan mencampurkan tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan masing-masing 2:1 lalu dimasukkan langsung ke polybag. Tancapkan benih yang berkecambah ke dalam media semai tersebut, arahkan benih yang runcing menghadap ke bawah. Siram dengan air 2 hari sekali agar tanah tidak kering. Hindari dari paparan sinar matahari langsung.

  1. Penanaman

Penanam dilakukan apabila bibit yang disemai sudah berumur sekitar 2—3 minggu saat tunas sudah mencapai ukuran sekitar 10 cm. Setelah itu, pindahkan bibit ke media pertumbuhan, yakni polybag yang telah disiapkan. Sebelum dipindahtanamkan, siram dahulu media tanam dengan air. Penanaman lebih baik dilaksanakan pada saat matahari mulai tenang, bisa pada pagi atau sore hari.

  1. Pemasangan ajir
Baca Juga:  Cara Budidaya Tebu agar Hasil Melimpah

Ajir atau lanjaran dipasang pada saat tanaman melon sudah merambat dan menjalar atau pada usia 5—8 hari setelah tanam, sembari diatur arah rambatannya.

  1. Pemupukan

Pemupukan menggunakan pupuk dasar dari pupuk Mutiara 15 gram per polybag, diberikan pada saat mengisi media tanam pada polybag. Lakukan pemupukan susulan dengan NPK 16:16:16 dan KNO3 dengan cara ditaburkan pada sekeliling tanaman atau dicampur dahulu dengan air. Siramkan pupuk tanpa mengenai tanaman.

Pemupukan susulan dilakukan pada hari ke-14 (NPK), 24 (NPK), 34 (NPK), 44 (NPK), dan 54 (KNO3) hari setelah tanam dengan dosis masing-masing 10 gram/polybag, untuk KNO3-nya 1 gram/liter, 1 liter/pot.

  1. Pengendalian hama dan penyakit

Pengendalian hama bisa dilakukan dengan bantuan insektisida atau membuang hama secara manual dari bagian tanaman yang dihinggapi.

Untuk mencegah serangan penyakit bisa digunakan fungisida sistemik dan kontak yang diberikan secara berselang. Penggunaannya bisa ditambah dengan perekat sebagai daya rekat ke daun jika sedang memasuki musim hujan.

  1. Pemanenan

Panen biasanya dilakukan setelah melon mulai berbuah, umumnya pada umur 20 hari setelah tanam. Buah sudah bisa diseleksi dan dipelihara hingga hari ke-60 setelah masa tanam untuk dipanen.

Buah yang siap dipanen mempunyai ciri-ciri warna kulit mulai putih kekuningan, pada tangkai buah terdapat cincin atau lingkaran retak-retak, dan tercium aroma harum dari melon.

loading...
loading...