Kiat Produksi Getah Karet agar Tetap Bagus di Tengah Musim Hujan

Pertanianku— Musim hujan seringkali menjadi momok bagi pekebun karet karena air hujan yang mengalir di batang dapat menyulitkan proses penyadapan. Bidang sadap karet akan masih basah setelah 6–7 jam diguyur hujan sehingga penyadapan harus ditunda. Seandainya penyadapan tetap dilakukan, produksi getah karet yang dihasilkan menurun 25–30 persen. Itu sebabnya semakin besar curah hujan membuat semakin besar kekhawatiran pekebun.

produksi getah karet
foto: Pertanianku

Pekebun karet tidak akan menyadap selama dua hari setiap kali hujan turun. Setelah hujan turun, air masih sering menetes dari tajuk tanaman dan mengalir ke bidang sadap. Jika tetap melakukan penyadapan, lateks yang didapatkan bakal berceceran sehingga sulit ditampung. Rata-rata pekebun mengalami kehilangan hasil sebanyak 4 kg di musim hujan.

Bukan hanya produksi getah karet yang menurun, kualitas karet yang dihasilkan pun ikut menurun. Pasalnya, lateks tercampur dengan air sehingga menghasilkan karet kering bermutu rendah. Pada musim kemarau, mutu karet kering berkisar 28–30 persen, tetapi di musim hujan mutunya menurun menjadi 19–20 persen. Permasalahan lain yang kerap dialami pekebun karet adalah serangan penyakit bidang sadap, seperti mouldy rot, black strip, dan lump cancer.

Untuk mengatasi turunnya produksi lateks di musim hujan, pekebun dapat memasang perisai hujan yang dipasang pada setiap pohon. Perisai tersebut merupakan potongan bonnet yang berbentuk bulan sabit. Lebar perisai sekitar 4 cm dan berdiameter 70 cm. Perisai dipasang 10–15 cm di atas bidang sadap, kemudian direkatkan dengan lem formula khusus agar melekat dengan kuat.

Perisai yang mirip seperti bulan sabit ini mampu membuat bidang sadap kering dalam kurun waktu 1–2 jam setelah hujan. Alat ini mampu menangkal air hujan untuk tidak membasahi bagian bidang sadap. Dengan begitu, bidang sadap tetap kering meski setelah hujan.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Minta Produksi Bahan Pangan Ditingkatkan dan Dipercepat

Bahan bonnet yang menjadi material utama perisai mampu berperan sebagai karpet talang. Bonnet memiliki sifat yang paling baik dibanding plastik dan fiber karena lentur dan mudah dipasang.

Perisai ini juga dapat melindungi stimulan yang merupakan zat berbahan aktif etephon. Stimulan ini digunakan ketika ingin menyadap tanaman.