Kiat Sukses Budidaya Jengkol

Pertanianku — Jengkol merupakan tanaman khas Indonesia yang beraroma sangat kuat. Aroma yang terlalu kuat membuat sebagian orang kurang menyukai sayuran ini. Namun, bagi mereka yang menyukainya, tanaman sayur ini memiliki keistimewaannya tersendiri. Tak heran, apabila permintaan jengkol tidak pernah padam. Kondisi tersebut dapat menjadi peluang untuk memulai usaha budidaya jengkol.

budidaya jengkol
foto: Pertanianku

Budidaya jengkol terbilang cukup mudah, Anda perlu melakukannya sesuai dengan tahapan-tahapan yang telah ditentukan agar mendapatkan buah jengkol yang bagus. Tahapan budidaya jengkol terdiri atas pemilihan lahan, pemilihan masa tanam, pembibitan dan penanaman jengkol, serta kultivasi jengkol.

Pemilihan lokasi bertanam

Pada dasarnya jengkol merupakan tanaman yang dapat tumbuh di mana saja, bahkan di pekarangan rumah sekalipun. Sebagai tanaman asli daerah tropis, tanaman jengkol lebih cocok ditanam di dataran rendah. Jengkol membutuhkan sinar matahari sepanjang tahun. Oleh karena itu, lahan yang dipilih tidak boleh ternaungi oleh pohon lain atau bangunan.

Masa tanam jengkol

Tanaman ini perlu ditanam pada waktu khusus, yaitu awal musim hujan agar pertumbuhannya berlangsung lebih mudah. Pada saat itu tanaman lebih mudah tumbuh dan berkembang.

Pembibitan dan penanaman jengkol

Tanaman jengkol dapat diperbanyak melalui dua cara, yakni cangkok dan biji. Biji jengkol dapat ditanam dalam media tanam yang subur di polibag. Biji tersebut perlu disiram secara rutin hingga biji berkecambah, kurang lebih selama dua hingga tiga minggu. Setelah biji berkecambah, pindahkan bibit tersebut ke lahan yang sudah disediakan.

Tanaman jengkol perlu diberi pupuk secara teratur agar tanaman dapat tumbuh sehat. Berikan perlindungan pada tanaman yang masih berumur muda agar tidak terganggu hama.

Kultivasi jengkol

Usaha budidaya jengkol di Indonesia masih belum berkembang pesat karena tanaman jengkol masih sering tumbuh secara liar. Tanaman jengkol dapat ditumbuhkan melalui biji atau dengan cara cangkok. Tanaman yang diperbanyak melalui biji dapat berbuah setelah berumur lima tahun atau lebih. Sementara itu, tanaman jengkol yang tumbuh melalui proses cangkok sudah bisa berbuah di bawah umur lima tahun jika dirawat dengan benar.

Baca Juga:  Ciri-ciri Bibit Lengkeng yang Bagus