Kiat Sukses Budidaya Lele agar Cepat Besar

Pertanianku — Pada umumnya lele perlu dibudidaya selama 4—5 bulan untuk mencapai ukuran konsumsi sekitar 200 gram/ekor. Kondisi tersebut sering dialami oleh pembudidaya lele tradisional yang sering mengandalkan pakan seadanya. Jelas saja cara budidaya tersebut tidak dapat memberikan keuntungan yang maksimal. Agar budidaya lele berjalan maksimal dan cepat, berikut ini beberapa kiat-kiat yang bisa Anda ikuti.

budidaya lele
foto: pertanianku

Pilih jenis unggul

Lele dumbo menjadi andalan para pembudidaya lele di Indonesia sejak pertama kali tiba di Tanah Air pada pertengahan 1990-an. Namun, seiring terjadinya inbreeding atau perkawinan sedarah sesama induk, kualitas ikan lele dumbo menjadi berkurang.

Saat ini sudah ada jenis lele unggul yang telah dirilis oleh BBPBAT, yaitu lele sangkuriang. Keunggulan lele sangkuriang terletak pada hasil produksinya yang tinggi. Setelah itu, muncul lele phyton yang dihasilkan oleh Kelompok Sinar Kehidupan Kekal di Pandeglang.

Kolam dan air

Pertumbuhan ikan dipengaruhi oleh media tempat hidupnya, dalam hal ini adalah air kolam. Oleh karena itu, Anda perlu merawat air kolam agar terus sesuai dengan kebutuhan ikan. Kolam yang sudah digunakan bisa dipakai kembali, tetapi harus dicuci dan dijemur terlebih dahulu selama 2—3 hari sebelum digunakan.

Air yang akan digunakan sebaiknya ditampung terlebih dahulu di dalam bak penampungan sebelum disalurkan ke kolam pemeliharaan. Ketinggian air untuk penebaran benih pada umumnya hanya cukup 30—40 cm. Setelah itu, ketinggian air ditambah secara bertahap, sesuai dengan pertumbuhan ikan. Saat ikan dipanen, ketinggian air sudah mencapai 70—100 cm.

Padat tebar

Padat tebar harus disesuaikan dengan luas atau volume kolam. Sesuai dengan pengalaman pembudidaya, padat tebar yang ideal untuk ikan lele sekitar 200—400 ekor/m2.

Baca Juga:  Lokasi yang Tidak Cocok untuk Budidaya Ikan Lele

Perawatan

Masih banyak yang beranggapan lele bisa hidup di perairan yang kotor sehingga membiarkan air kolam tanpa perlu diganti. Padahal, Anda perlu rutin mengontrol kualitas air kolam lele agar kadar ammonia di dalam kolam tidak terlalu tinggi. Anda perlu rutin mengganti air kolam minimal 30 persen dan maksimal 50 persen. Air perlu diganti sebanyak tiga kali pada bulan pertama. Pada bulan selanjutnya perlu dilakukan setiap 5 hari sekali.

Anda juga dapat menggunakan probiotik untuk menjaga kesehatan tubuh ikan lele serta kondisi air kolam.

Pemberian pakan

Waktu dan jumlah pakan yang diberikan harus disesuaikan dengan umur ikan lele. Pakan sebaiknya diberikan pada sore menjelang malam dengan persentase 20 persen pagi, 10 persen siang, 20 persen sore, dan 50 persen malam hari.