Kiat Sukses Mempercepat Proses Pembuatan Kompos

PertaniankuProses pembuatan kompos terkenal memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar tiga bulan hingga terbentuk kompos yang aman untuk tanaman. Anda tidak bisa memaksakan kehendak untuk menggunakan kompos yang belum matang karena kompos tersebut dapat membahayakan tanaman.

proses pembuatan kompos
foto: pertanianku

Namun, saat ini sudah banyak cara yang dapat mempercepat proses pembuatan kompos menjadi hitungan minggu. Berikut ini beberapa cara mempercepat proses pembuatan kompos.

Pahami tingkat teknologi pengomposan

Pada teknologi pengomposan yang modern dengan tingkat tekonologi yang tinggi umumnya berlangsung dalam kurun waktu yang lebih singkat untuk menghasilkan kompos yang baik dan sempurna atau matang. Namun, biaya serta bahan yang dibutuhkan akan lebih banyak dibanding proses pengomposan yang dilakukan dengan teknologi sederhana. Oleh karena itu, Anda perlu memahami tingkatan teknologi pengomposan yang digunakan agar tidak salah paham.

Gunakan aktivator yang sesuai dengan bahan organik

Ada banyak jenis bahan organik yang dapat digunakan untuk membuat kompos, mulai dari sampah rumah tangga hingga limbah industri. Penggunaan aktivator memang dapat membantu Anda mempercepat proses pengomposan, tetapi penggunaan aktivator tersebut harus disesuaikan dengan jenis bahan organik yang digunakan.

Selain itu, Anda juga perlu memerhatikan tumpukan bahan organik. Umumnya, proses pengomposan dapat berjalan secara alami pada tumpukan bahan organik setinggi 1 m3.

Mikroorganisme lokal

Larutan mikroorganisme lokal (MOL) merupakan cairan yang terbuat dari bahan organik dan mengandung unsur hara mikro, makro, serta mikroba. Mikroba yang terdapat di dalam MOL berfungsi sebagai perombak bahan organik, perangsang pertumbuhan, dan agen pengendali penyakit ataupun hama tanaman. Oleh karena itu, MOL sendiri sering digunakan secara multifungsi.

Salah satu fungsi MOL yang paling penting ialah sebagai bioaktivator dalam proses pengomposan. MOL dapat dibuat sendiri dari berbagai bahan organik yang disukai oleh mikroorganisme. Bahan organik yang paling umum digunakan adalah limbah hijauan atau sisa sayuran, rebung bambu, keong mas, dan sisa buah.

Baca Juga:  Pestisida Nabati untuk Menumpas Hama Cabai

Gunakan komposter

Komposter merupakan wadah atau alat untuk membuat kompos dan sering digunakan untuk skala rumah tangga. Komposter umumnya terbuat dari kotak semen atau tong plastik yang sudah dimodifikasi sedemikian rupa.