Kiat Sukses Menanam Jahe Gajah dalam Karung


Pertanianku — Jahe merupakan tumbuhan rimpang yang biasa digunakan sebagai rempah-rempah ataupun obat tradisional. Berdasarkan ukuran dan warnanya, ada tiga jenis jahe, yaitu jahe emprit, jahe merah, dan jahe gajah. Jahe gajah mempunyai ukuran rimpang yang paling besar di antara jenis jahe lainnya. Menanam jahe gajah bisa dilakukan dengan menggunakan karung.

Menanam jahe gajah
Foto: Google Image

Tanaman jahe gajah yang dibudidayakan di dalam karung dapat menghemat pemakaian lahan. Kelebihan lainnya, yakni pemeliharaan tanaman lebih mudah, baik dalam pengecekan maupun perawatan. Berikut ini langkah-langkah penanaman jahe gajah.

Persiapan media

Anda bisa menggunakan karung bekas beras untuk menampung media tanam. Semakin besar ukuran karung yang digunakan, media tanam yang bisa diisikan ke dalamnya akan semakin banyak sehingga jumlah rimpang yang dapat dihasilkan pun jadi semakin melimpah.

Kemudian, masukkan campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1 : 1 atau 1 : 1 : 2 ke karung hingga memenuhi 1/4 dari total volumenya. Dalam pemeliharaan tanaman nanti, Anda akan menambah media tanam ke dalam karung secara berkala.

Pembuatan bibit

Bibit jahe yang bagus berasal dari tanaman yang berumur 9—10 bulan dan kondisi tajuknya sudah mengering. Rimpang jahe ini pun telah melewati masa dormansi dalam waktu 1—1,5 bulan, kondisinya masih segar, tidak terkena penyakit, dan tidak ada bagian yang membusuk.

Rimpang jahe terpilih dipotong-potong menjadi beberapa bagian, dimana setiap potongannya mempunyai 2—3 mata tunas. Setelah itu, benih ini direndam di dalam larutan fungisida selama 15 menit untuk mencegah serangan jamur.

Benih jahe ini kemudian direndam di dalam air sebentar agar basah, lalu dihamparkan di atas tampah untuk keperluan proses perkecambahan. Dalam waktu kira-kira 2 minggu, semua rimpang jahe sudah mulai menumbuhkan tunas.

Baca Juga:  Pentingnya Naungan untuk Tanaman Budidaya

Penyemaian bibit

Proses penyemaian bibit jahe gajah dapat dilakukan memakai peti kayu. Mulailah dengan memasukkan rimpang jahe gajah di bagian dasar cukup selapis saja. Lalu di atasnya diberi lapisan abu gosok atau sekam padi. Di atas lapisan tersebut, Anda bisa menambahkan bibit jahe gajah lagi. Kemudian tutup menggunakan lapisan abu gosok/sekam padi. Begitu seterusnya sampai peti kayu tersebut terisi penuh.

Bibit jahe gajah ini akan tumbuh menjadi tanaman muda ketika usianya sudah mencapai 2—4 minggu. Setelah tinggi bibit tadi sekitar 10 cm dan mempunyai 4—5 daun, Anda bisa memindahkannya ke dalam karung. Penanaman bibit dilakukan pada waktu sore hari sehingga udaranya tidak terlalu panas. Selesai ditanam, karung yang sudah berisi tanaman jahe gajah ini bisa dipindahkan ke tempat yang terbuka.

Penanaman bibit

Proses penanaman bibit jahe gajah harus dilaksanakan dengan hati-hati agar tidak merusak tanaman tersebut. Anda bisa membuat lubang tanam dengan diameter 10—15 cm dan kedalaman 10 cm. Masukkan rimpang jahe ke lubang tanam, lalu tahan posisinya supaya tetap tegak. Setelah itu, uruglah rimpang tadi dengan tanah di sekelilingnya sambil diberikan tekanan secara perlahan. Jangan lupa untuk menyiram tanaman dengan air secukupnya.