Kiat Sukses Merangsang Nafsu Makan Belut agar Rajin Makan

Pertanianku — Umumnya, belut memakan pakan yang diberikan apabila ada rasa lapar. Rasa lapar itulah yang merangsang nafsu makan sehingga belut bergerak memangsa dan menelan pakan. Merangsang nafsu makan belut menjadi tahap awal yang penting dari proses berlangsungnya pencernaan pakan.

merangsang nafsu makan belut
foto: Pertanianku

Nafsu makan tersebut dapat meningkat melalui penglihatan, bau, dan rabaan belut.  Ketika nafsu makan belut terangsang, sistem pencernaan di dalam tubuh belut segera bekerja dan siap menerima pakan yang akan masuk ke dalamnya. Rangsangan tersebut dapat menurun apabila rasio konversi pakan yang diberikan tidak tepat atau berlebihan.

Ukuran belut juga dapat memengaruhi jumlah pakan yang akan dikonsumsi per harinya.  Aktivitas metabolisme belut kecil lebih besar dibanding belut besar. Oleh karena itu, perbandingan jumlah pakan yang dikonsumsi dan berat badan belut kecil lebih tinggi dibanding belut besar.

Secara umum jumlah pakan yang dikonsumsi oleh belut sekitar 5—20 persen dari berat tubuhnya setiap hari. Jumlah tersebut dapat berubah-ubah bergantung pada kondisi lingkungan dan kesehatan belut.

Belut dapat diberikan pakan hidup berupa yuyu, anak katak, keong, bekicot, larva ikan, serangga, dan belatung. Untuk pakan berupa binatang mati harus sudah direbus terlebih dahulu untuk meminimalisir bahaya penularan penyakit yang dibawa oleh pakan.

Jenis pakan yang terbukti ampuh merangsang nafsu makan belut adalah yuyu atau kepiting kecil yang telah dicacah. Pakan tersebut terbukti mampu meningkatkan daya rangsang penciuman sehingga belut ingin mendekat ke sumber bau tersebut dan segera mengonsumsinya.

Kondisi kesehatan belut juga dapat memengaruhi kondisi nafsu belut. Belut yang sehat memiliki rangsangan lebih tinggi terhadap pakan. Kesehatan belut sangat bergantung pada kondisi lingkungan tempat hidupnya. Kondisi lingkungan yang baik dapat membuat belut lebih nyaman dan sehat.

Baca Juga:  Sederet Keuntungan dari Budidaya Rajungan

Sebaliknya, kondisi lingkungan yang buruk seperti suhu ekstrem akan membuat kondisi lingkungan perairan menjadi kurang nyaman bagi belut. Kondisi tersebut dapat langsung memengaruhi rangsangan nafsu makan pada belut menjadi turun. Pasalnya, pada suhu tinggi proses metabolisme tubuh belut berjalan lebih cepat karena belut perlu mengeluarkan tenaga lebih banyak.