Kiat Sukses Merawat Aglaonema di Pekarangan

Pertanianku — Aglaonema banyak dipilih orang sebagai tanaman hias di pekarangan rumah karena bentuknya yang indah dan cara perawatannya terbilang cukup mudah. Di Indonesia, tanaman ini terkenal dengan nama sri rejeki karena dipercaya bisa membawa rezeki atau keberuntungan untuk orang yang merawatnya. Berikut ini beberapa kiat merawat aglaonema yang mudah diikuti agar tanaman tumbuh indah.

merawat aglaonema
foto: Pixabay

Lokasi pemeliharaan

Tanaman aglaonema sebaiknya diletakkan di tempat yang teduh atau ternaungi sehingga pencahayaannya hanya sekitar 10—30 persen. Suhu udara pada siang hari sekitar 28—30°C dan pada malam hari sekitar 20—22°C. Aglaonema dapat tumbuh subur di ketinggian 300—400 m dpl. Jika dirawat di lokasi dengan ketinggian lebih dari 400 m dpl, pertumbuhan tanaman menjadi lebih lambat. Tanaman memerlukan 35 hari untuk menghasilkan satu daun.

Tingkat kelembapan tempat pemeliharaan aglaonema sekitar 50—60 persen. Jika terlalu panas, tanaman mudah layu karena penguapan berlebihan. Namun, jika tingkat kelembapan terlalu tinggi di atas 60 persen, malah akan menyebabkan tanaman diserang penyakit yang disebabkan oleh jamur.

Media tanam

Media tanam yang digunakan untuk memelihara aglaonema harus cukup porous. Media tanam berupa tanah atau campuran antara 30 persen sabut kelapa, 30 persen arang, 30 persen humus, dan 10 persen pupuk kandang.

Pot tanaman

Pot yang digunakan harus menyesuaikan ukuran besaran tanaman. Pot terbuat dari tanah, keramik, plastik semen, atau kayu. Pot plastik relatif lebih murah dan ringan, tetapi tidak berpori sehingga tidak bisa meresap kelebihan air. Pada bagian dasar pot harus diberi pecahan batu bata atau styrofoam hingga ¼ atau 1/5 bagian pot untuk mencegah media tanam mengalir ke luar pot bersama air siraman.

Baca Juga:  Tak Sekadar Obat Herbal, Ini Manfaat Kunyit yang Perlu Diketahui

Repotting dan penggantian media

Anda harus rutin melakukan pergantian media dan repotting setiap 6—12 bulan sekali untuk menghindari munculnya kuman dan bakteri yang tumbuh di dalam media tanam. Namun, pergantian tersebut tidak boleh dilakukan terlalu sering karena menyebabkan tanaman menjadi stres akibat harus beradaptasi dengan media tanam yang baru.

Penyiraman

Air yang digunakan untuk menyiram harus terbebas dari kandungan kaporit dan kandungan pH-nya normal. Tanaman aglaonema menyukai kondisi yang semibasah dengan tingkat kelembapan cukup.

Pupuk

Aglaonema membutuhkan N, P dan K. Karena aglaonema merupakan tanaman hias daun, tanaman ini membutuhkan unsur N lebih tinggi dibanding unsur-unsur lainnya.