Kiat Sukses Pemijahan Ikan Mas

Pertanianku Pemijahan ikan mas relatif mudah karena ikan mas sangat mudah memijah. Ikan sudah bisa memijah setelah berumur 1,5 tahun dengan cara menempelkan telurnya pada tumbuhan air yang tenggelam atau rumput. Dalam sekali memijah, ikan mampu menghasilkan telur sebanyak 80.000–135.000 butir telur.

pemijahan ikan mas
foto: Pertanianku

Meski terbilang mudah, proses pemijahan ikan mas masih bisa berpotensi gagal bila tidak dilakukan dengan persiapan yang baik. Berikut ini beberapa kiat sukses pemijahan ikan mas.

Wadah pembenihan

Pemijahan bisa berlangsung di dalam kolam, baik kolam yang berada di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Wadah pemijahan sebaiknya berupa kolam tanah atau kolam tembok. Hal tersebut karena induk ikan mas lebih tertarik dengan suasana bau ampo atau tanah kering yang tersiram air. Anda perlu menyiapkan kakaban di dalam kolam sebagai tempat melekatnya telur ikan.

Wadah kolam memang lebih menghemat biaya, tetapi telur dan larva yang dihasilkan cenderung lebih sedikit. Anda juga bisa memperhitungkan untuk menggunakan hapa. Modal yang dibutuhkan memang lebih besar, tetapi telur dan larva yang dihasilkan lebih banyak. Hapa sendiri merupakan jaring nilon bermata kecil.

Pemijahan bisa dilakukan di dalam kolam-kolam kecil seluas 2 m × 3 m atau 2 m × 4 m dengan kedalaman air minimal 1 m.

Sementara itu, wadah untuk penetasan telur dapat berupa kolam tanah atau tembok, kolam yang disekat atau dipasangi hapa, akuarium, bak fiberglass, atau plastik.

Pisahkan induk

Induk betina dan jantan yang akan dikawinkan harus dipisahkan sebelum proses pemijahan untuk mencegah pemijahan dini. Hal ini karena hasil pemijahan dini cenderung kurang optimal.

Jangan mengawinkan satu keturunan

Sebelum mengawinkan ikan mas, Anda harus memastikan induk jantan dan betina bukan merupakan satu keturunan. Pasalnya, perkawinan satu keturunan dapat melemahkan keturunan selanjutnya dan kualitas benih yang didapatkan lebih rendah.

Baca Juga:  5 Jenis Rumput Laut Merah Bernilai Ekonomi

Pakan

Induk yang akan memijah diberikan pakan pelet yang mengandung protein 28–30 persen sebanyak 2–3 persen dari berat ikan. Frekuensi pemberian pakan ikan adalah tiga kali sehari.