Kiat Ternak Kelinci Hias

Pertanianku— Di Indonesia, kelinci lebih terkenal sebagai hewan peliharaan dibanding bahan pangan. Oleh karena itu, budidaya kelinci hias merupakan peluang usaha yang cukup menjanjikan. Kelinci termasuk hewan berkarakter jinak dan mudah diajak bermain bersama pemiliknya. Apalagi, ditambah tampilan fisik kelinci yang cantik, imut, dan menggemaskan. Berikut ini beberapa kiat untuk Anda yang tertarik ternak kelinci hias.

ternak kelinci hias
foto: Trubus

Persiapan yang perlu dilakukan sebelum usaha

Sebelum memulai usaha, Anda harus tahu jenis kelinci yang cocok diternakan sebagai hewan peliharaan. Jenis-jenis kelinci tersebut adalah angora, dutch, dwarf, rex, lyon, polish, dan lop. Pilihlah kelinci bakalan yang memiliki bulu bersih, halus, dan tidak kusam. Selain itu, pilih bakalan yang tidak cacat dan terlihat aktif bergerak.

Dalam usaha peternakan akan berlangsung proses perkawinan. Untuk itu, Anda perlu menyiapkan kandang perkawinan dan kandang pembesaran. Kandang yang tepat sangat berguna untuk mendukung keberhasilan proses perkawinan kelinci. Kandang tersebut perlu dilengkapi dengan kotak berukuran 40 cm × 40 cm × 10 cm. Pada alas kandang diberikan bulu atau kain agar hangat.

Teknis budidaya

Kelinci hias tipe sedang dapat dikawinkan setelah berumur 5–6 bulan, sedangkan kelinci tipe berat dapat dikawinkan saat berumur 7–8 bulan. Perbandingan jumlah jantan dan betina saat dikawinkan adalah 1:10. Setelah perkawinan, induk yang bunting harus dikeluarkan dari kandang agar aman dan nyaman dari gangguan kelinci lainnya.

Setelah usia bunting sudah memasuki umur 27 hari, segera siapkan kotak melahirkan di dalam kandang. Pakan yang cocok untuk induk yang bunting adalah 1–2 kg rumput atau hijauan dan 135–355 gram pakan jadi (pelet). Sementara itu, induk yang sedang menyusui perlu diberikan pakan yang mengandung protein sebanyak 16–20 persen berupa rumput atau hijauan konsentrat sebanyak 6,7 persen dari bobot.

Baca Juga:  Tingkatkan Bobot Kambing dengan Pakan Kaya Protein

Kelinci hias harus rutin dimandikan, disisir, dan dikeramasi agar penampilannya terlihat menarik serta terhindar dari penyakit dan kutu. Kelinci dapat dimandikan dengan air bersih dan sampo bayi atau sampo anak kucing. Setelah itu, bulu kelinci harus dikeringkan. Bulu di bagian anus dan telapak kaki harus dirapikan agar tidak lembap dan tidak ada kotoran yang menempel.