Kiat Usaha Pembenihan Ikan Gurami di Kolam Terpal

Pertanianku — Usaha pembenihan ikan gurami terbilang memiliki potensi yang bagus sejak lama. Saat ini, pembenihan gurami bisa dijumpai di daerah Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sumatera, dan Sulawesi. Usaha ini dapat dikembangkan di mana saja selama kawasan tersebut memiliki sumber air. Selain itu, pemasaran benih gurami juga terbilang mudah karena adanya segmentasi benih.

pembenihan ikan gurami
foto: Pertanianku

Anda bisa melakukan usaha pembenihan ikan gurami di kolam terpal, salah satu jenis kolam yang murah dan mudah untuk dibuat. Meski bisa dilakukan di mana saja dan pemasarannya juga mudah, usaha pembenihan ikan gurami tetap membutuhkan perencanaan yang matang, mulai dari persiapan hingga panen.

Persiapan usaha

Pilih lokasi usaha dengan sumber air yang sesuai dengan kebutuhan ikan gurami. Setelah memiliki lokasi yang cocok, buat kolam untuk pemeliharaan induk, pemijahan, dan penetasan telur. Kolam penetasan telur berupa kolam terpal berukuran 4 m × 5 m × 0,5 m. Selanjutnya, siapkan peralatan yang dibutuhkan seperti water heater/lampu pemanas, pompa air, termometer, dan pH kit.

Persiapan terakhir yang tak kalah penting dan menjadi salah satu kunci keberhasilan adalah menyiapkan induk yang telah matang gonad.

Kendala usaha

Setiap usaha pasti memiliki kendala yang berbeda-beda. Benih gurami yang berkualitas terbilang sulit dihasilkan pada bulan yang suhunya dingin, seperti Juni sampai Agustus.

Kondisi air kolam yang buruk bisa menyebabkan telur sering gagal menetas. Kondisi tersebut juga bisa membuat benih terserang penyakit. Apalagi, jika benih tidak dirawat dengan maksimal.

Strategi budidaya

Perbandingan induk gurami betina dan jantan yang dimasukkan ke kolam pemijahan adalah 1:1. Setelah induk memijah, Anda perlu segera memisahkan telur dengan induk. Berikan aerasi untuk menambah oksigen agar daya tetas telur tinggi. Telur-telur yang dibuahi akan menetas dalam jangka waktu 24–36 jam.

Baca Juga:  Trik Mempersiapkan Kolam Tanah untuk Budidaya Gurami

Setelah 4–5 hari menetas, larva dapat diberikan pakan alami berupa cacing sutera, rotifera, atau moina. Larva juga bisa diberikan pakan buatan berbentuk serbuk.

Untuk menjaga kesehatan larva, Anda perlu melakukan pergantian air secara rutin.