Kisah Sukses Pembudidaya Ikan Patin Beromzet Ratusan Juta Rupiah

0

Pertanianku – Menjalankan usaha budidaya ikan konsumsi emang tidak pernah ada matinya. Itu berarti permintaan pakan ikan juga tinggi. Hal inilah yang memuat Sutadi, seorang pembudidaya ikan patin asal Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, beralih menjalankan usaha pembuatan pakan ikan.

Ia mulai beralih menjalankan usaha pakan ikan ini sejak 2013. Pada awalnya profesinya ini hanya sebagai usaha sambilan. Namun, siapa sangka ia sukses menjalankan usaha memproduksi pakan ikan.

“Usaha ini dilakukan agar saya bisa memasok pakan untuk ikan patin saya secara berkesinambungan. Bisa dibilang ini salah satu cara efisiensi juga. Maklum, dalam membudidayakan ikan patin, biaya pakan berkontribusi pada pengeluaran terbesar hingga mencapai 50% dari total biaya operasional,” kata Sutadi.

Sutadi bisa dibilang menjadi pionir para pembudidaya di Kalimantan Selatan yang membuat pakan sendiri. Dia menamakan wilayah pembudidayaan ikan serta pabrik pakannya dengan nama “Gentong Langit”. Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Selatan kini menjadikan Gentong Langit sebagai salah satu kawasan kegiatan perikanan yang meliputi produksi, pengolahan, dan pemasaran di kawasan Kabupaten Banjar. Gentong Langit juga dijadikan percontohan oleh pemerintah daerah setempat agar petani patin lain mau membuat pakan sendiri.

Dalam sehari, Sutadi membutuhkan pakan sekitar 3 ton untuk memberi makan ikan patin di seluruh kolam miliknya. Dengan mesin modifikasi buatannya sendiri, Sutadi membuat pakan ikan patin secara mandiri dari campuran ikan asin yang sudah tidak dikonsumsi dan dedak. Kini hasil produksinya sudah mencapai 500 kg per hari. Pakan buatannya dijual Rp3.000 per kg. Setelah sampai ke konsumen, harga pakan patin ini bisa mencapai Rp6.000 per kg. Ini masih lebih murah ketimbang harga pakan di pasaran yang sekitar Rp8.000 per kg.

“Kualitas pakan patin buatan saya hampir sama dengan pakan patin yang lebih mahal. Untuk biaya produksi pengadaan pakannya juga sehari harus mengeluarkan biaya Rp3 juta,” lanjutnya.

Dari hasil menjalankan usaha budidaya ikan patin, Sutadi bisa menghasilkan omzet Rp500 juta per bulan. Belum lagi dari produksi pakan yang bisa memberi kontribusi pendapatan hingga mencapai Rp60 juta per bulan.

loading...
loading...