KKP Ajak Masyarakat Konsumsi Ikan Tanpa Digoreng

Pertanianku — Belakangan ini polemik minyak goreng masih terjadi di tengah masyarakat Indonesia. Banyak orang yang berburu minyak goreng dengan harga normal, bahkan sampai rela mengantre hanya untuk beberapa liter minyak. Melihat kondisi tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Artati Widiarti, mengajak masyarakat mengonsumsi ikan tanpa digoreng. Ternyata, olahan ikan yang tidak digoreng tetap terasa nikmat dan lebih sehat.

minyak goreng
foto: Pixabay

“Tak perlu khawatir dengan minyak goreng, ikan pepes atau ikan kuah gizinya malah lebih terjaga dan rasanya lebih nikmat,” tutur Artati saat melakukan Safari Gemarikan di Kabupaten Kediri, Provinsi Jawa Timur seperti dilansir dari laman kkp.go.id.

Artati menjelaskan, ikan merupakan bahan pangan yang mengandung protein tinggi dan Omega-3 sehingga sangat cocok menjadi sumber protein untuk mendukung program prioritas penanganan stunting. Apalagi, ikan mengandung gizi yang lengkap.

Ikan juga sangat baik untuk perkembangan mata dan jaringan otak anak-anak di bawah usia dua tahun, asupan gizi bagi remaja, dan para lanjut usia. Selain itu, ikan mengandung vitamin dan mineral yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan imunitas. Hal tersebut sangat diperlukan untuk menghadapi pandemi Covid-19.

Prevelensi stunting di Kabupaten Kediri mencapai 14,1 persen atau sekitar 10.600 balita di Kediri mengalami stunting. Artati mengatakan, stunting disebabkan oleh pola makan, sanitasi, dan pola asuh yang salah, serta kurangnya bekal pengetahuan masyarakat tentang pentingnya asupan gizi selama kehamilan.

Wakil Bupati Kediri, Dewi Maria Ulfa, sependapat dengan Artati. Dewi menilai konsumsi protein hewani yang berasal dari ikan sangat penting, pasalnya kandungan gizi pada ikan bagus untuk perkembangan tubuh anak-anak usia sekolah.

Baca Juga:  Budidaya Udang Vaname Superintensif, Panen Dua Kali Lipat

“Gizi ikan juga sangat baik sebagai upaya pencegahan stunting dan yang tak kalah pentingnya bahwa konsumsi ikan akan menjadikan kita awet muda,” tutur Dewi.

Saat ini, Pemerintah Kabupaten Kediri tengah mengembangkan diversifikasi olahan dari ikan air tawar. Totalnya, ada 28 UKM yang bergerak memproduksi olahan ikan. Olahan ikan tersebut adalah bakso lele, sempol abon, nugget, sosis, lumpia, risoles, dan kapsul albumin yang berasal dari ekstrak ikan gabus.