KKP Bangun Kampung Budidaya Ikan Patin di Lebak untuk Mendorong Produktivitas

Pertanianku — Saat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah mengembangkan program kampung budidaya perikanan berbasis kearifan lokal. Kabupaten Lebak, Provinsi Banten dinilai menjadi daerah yang berpotensial untuk mengembangkan kampung budidaya ikan patin.

kampung budidaya ikan patin
foto: kkp.go.id

“Salah satu upaya untuk mendongkrak produktivitas itu dengan memanfaatkan daerah-daerah yang potensial untuk dijadikan sentra produksi ikan patin (melalui program kampung perikanan budidaya berbasis kearifan lokal), salah satunya Kabupaten Lebak,” ujar Direktur Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) KKP Tb. Haeru Rahayu seperti dikutip dari laman kkp.go.id.

Tb. Haeru belum lama ini mendampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lebak. Salah satu agendanya adalah meresmikan Kampung Budidaya Ikan Patin Cisilad di Desa Prabugantungan, Kecamatan Cileles.

Kabupaten Lebak dinilai cocok dijadikan sebagai daerah pengembangan kampung-kampung budidaya karena area budidaya yang tersedia di daerah tersebut masih sangat luas.

“Yang saya peroleh informasinya yakni sekitar 69,43 persen dari luas wilayah,” kata Tebe.

Tebe menerangkan, ikan patin termasuk komoditas ikan air tawar unggulan dan sangat berpotensial untuk dikembangkan. Selama masa pandemi COVID-19, permintaan pasar terhadap ikan air tawar terus meningkat, termasuk permintaan ikan patin. Permintaan tersebut tidak hanya datang dari pasar domestik, tetapi juga pasar ekspor, salah satunya ke wilayah Timur Tengah.

KKP sudah memiliki beberapa langkah strategis untuk menggenjot produktivitas dan nilai tambah komoditas ikan patin dan ikan air tawar lainnya. Langkah tersebut dimulai dari pengembangan sistem perbenihan yang fokus pada produksi varian komoditas unggul yang berpotensial untuk dikembangkan. Selain itu, KKP juga akan menjamin sistem logistik benih secara efisien agar kebutuhan benih di setiap daerah bisa terpenuhi dengan baik.

Baca Juga:  Alat Vanamerator Sukses Genjot Produksi Udang di Sulawesi Selatan

Selanjutnya, KKP akan fokus pada penciptaan efisiensi produk dan produktivitas budidaya. Upaya ini meliputi pengembangan inovasi teknologi yang aplikatif, efisien, dan adaptif, serta pengembangan pakan mandiri yang efisien dan penerapan sertifikasi cara budidaya yang baik.

Sementara itu, untuk mendukung peningkatan produksi Kampung Budidaya Ikan Patin Cisilad, BBPBAT Sukabumi memberikan bantuan berupa benih ikan patin sebanyak 10 ribu ekor dengan ukuran 2 inci dan 2 ribu ekor berukuran 3 inci.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Lebak, TB. Saepudin mengatakan bahwa ikan patin merupakan komoditas yang memiliki peluang pasar domestik dan ekspor yang cukup potensial. Nantinya, Kabupaten Lebak akan menjadi sentra budidaya patin nasional dengan luas wilayah yang ditargetkan sekitar 100 hektare.