KKP Bangun Pusat Daur Ulang di Bekasi untuk Tangani Sampah Plastik

Pertanianku — Kementerian Perikanan dan Kelautan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) telah menyerahkan bantuan sarana dan prasarana Tempat Penampungan Sementara/Pusat Daur Ulang (TPS/PDU) sampah plastik kepada masyarakat di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat.

sampah plastik
foto: Pixabay

Bantuan tersebut berupa motor angkut sampah, mesin pres sampah, tempat sampah outdoor, dan bangunan semipermanen sebagai rumah pelindung alat dan tempat produksi.

Plt. Direktur Jenderal PRL, Pamuji Lestari, menyerahkan bantuan tersebut langsung kepada kelompok Bank Sampah Koperasi Produsen Rumah Kreatif Bersama Muara Gembong. Pamuji mengatakan saat ini wilayah pesisir dan laut Indonesia rentan terhadap pencemaran yang berasal dari aktivitas manusia, industri, perhubungan laut, dumping, dan aktivitas lainnya.

Indonesia dianggap sebagai penyumbang sampah plastik terbesar kedua di dunia. Sekitar 80 persen sampah yang masuk ke laut berasal dari daratan.

“Kebocoran sampah dari daratan yang masuk ke laut berdampak pada sektor ekonomi dan pariwisata, kehidupan biota laut, dan ekosistem pesisir serta kesehatan manusia. Banyak biota yang memakan plastik dan terjerat plastik. Jika sampah plastik ini tidak dikendalikan dan dikelola dengan baik, maka terjadi proses pelapukan menjadi mikro dan nano plastik yang akan merusak ekosistem pesisir dan atau dimakan oleh plankton atau ikan. Selanjutnya, produktivitas perikanan dapat menurun dan implikasi dari mikroplastik bisa masuk ke jaring-jaring makanan yang akhirnya dapat menimbulkan masalah pada kesehatan manusia,” papar Pamuji seperti dikutip dari laman kkp.go.id.

Bantuan TPS/PDU merupakan upaya untuk menangani dan mengolah sampah sehingga sampah-sampah yang dihasilkan di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil dapat segera ditangani.

Muara Gembong terpilih karena merupakan daerah pesisir yang dilalui oleh Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum. Pada musim hujan, sampah yang mengalir di Sungai Citarum mencapai 1 ton setiap harinya. Selain itu, kesadaran dalam membuang sampah masih rendah.

Baca Juga:  Mesin Chopper Multifungsi Menyokong Pertanian dan Peternakan Organik

Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Muhammad Yusuf, menjelaskan kelompok Koperasi di Muara Gembong yang beranggotakan 20 orang sudah bergerak di bank sampah sejak 2018.

“Bantuan TPS/PDU tersebut, diharapkan dapat menjadikan kelompok tidak hanya mampu membeli sampah dari nasabah bank sampah dan menjual ke pengepul saja, namun dapat terus berkembang dan menjadi pengepul besar sampah pres,” ujar Yusuf.