KKP Berikan Bantuan 500 Ribu Bibit Mangrove ke Sumenep

Pertanianku— Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) sedang menggencarkan pembibitan mangrove untuk mengembalikan ekosistem dan ekonomi masyarakat di pesisir. Pada kegiatan tersebut dilakukan juga pemberian bantuan berupa 500 ribu bibit mangrove.

bibi mangrove
foto: Pixabay

Plt. Dirjen PRL, Tb. Haeru Rahayu yang akrab disapa Tebe menjelaskan bahwa kegiatan rehabilitasi mangrove merupakan bagian dari upaya untuk pemulihan ekosistem pesisir yang sudah mengalami kerusakan.

Melalui kegiatan rehabilitasi mangrove diharapkan masyarakat dapat menyadari betapa pentingnya ekosistem pesisir sehingga ada kesadaran di dalam diri untuk menjaga keberlangsungan ekosistem mangrove.

“Tujuan program ini selain untuk merehabilitasi kawasan ekosistem pesisir, juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat di Sumenep selaku penerima bantuan pembibitan mangrove. Saya sangat berharap program ini dapat dimanfaatkan dan terus dikembangkan,” tutur Tebe seperti dikutip dari laman kkp.go.id.

Sejak 2000, KKP sudah melakukan penanaman mangrove dengan total jumlah bibit 14.953.500 batang di lahan seluas 1.500 hektare. Penanaman mangrove tersebut merupakan upaya untuk meningkatkan luasan tutupan mangrove nasional sekaligus merehabilitasi ekosistem mangrove yang sudah mengalami kerusakan.

Pada 2020, KKP mengadakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) padat karya. Salah satu bagian dari program tersebut adalah rehabilitasi kawasan mangrove yang berada di 12 lokasi.

“Tahun ini KKP menggulirkan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) padat karya rehabilitasi kawasan mangrove di 12 lokasi. Ada empat kegiatan, yaitu penanaman mangrove, nursery mangrove, pembuatan treking mangrove, dan pelatihan produk olahan,” papar Tebe.

Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (P4K), Muhammad Yusuf menjelaskan bahwa pembibitan mangrove bisa dilakukan secara alami ataupun buatan. Pembibitan alami bisa terjadi ketika biji atau buah mangrove yang jatuh tumbuh menjadi tanaman baru pada substrat. Sementara itu, pembibitan buatan dilakukan oleh manusia dan bibit yang sudah tumbuh akan ditanam di habitat aslinya.

Baca Juga:  ALGOA Indonesia, Forum Jaringan Pemerintah Daerah untuk Mengembangkan Pertanian Organik

Kegiatan nursery mangrove sangat diperlukan untuk membibitkan biji/buah mangrove yang sudah siap tanam di lahan habitat aslinya. Ekosistem yang terjaga dengan baik bisa membantu kesejahteraan masyarakat.